Berita  

Viral! Warga Banyuwangi ke Mekkah Naik Perahu Rakitan Galon

Viral! Warga Banyuwangi ke Mekkah Naik Perahu Rakitan Galon
Pemuda asal Banyuwangi ke Mekkah pakai perahu rakitan galon (X.com/@tyrectt)

LINGKARWILIS.COM – Bisa ke tanah suci sesuai dengan rukun iman merupakan dambaan setiap umat muslim. Seperti halnya warga Banyuwangi ini yang sangat antusias menyiapkan keperluan untuk pergi ke Mekkah. Arab Saudi

Jika biasanya orang-orang menyiapkan agen perjalanan ke Mekkah, berbeda dengan dua warga Banyuwangi ini yang menyiapkan perahu rakitan galon untuk ke tanah suci.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Hal tidak biasa itu pun menjadi sorotan warganet setelah video keberangkatan mereka ke Mekkah menggunakan perahu rakitan galon viral di media sosial TikTok.

Dalam video yang beredar, dua pemuda berbaju batik dan bersarung hendak didoakan warga sekitar sebelum, berangkat ke Mekkah.

Kabar Duka, Seorang Jamaah Haji Asal Ponorogo Meninggal Dunia di Tanah Suci, Ini Identitasnya 

Keberangkatan mereka berada di salah satu sungai Banyuwangi, saat didoakan keduanya juga dilempari bunga lalu setelahnya memotong tumpeng dan kemudian berangkat menggunakan perahu rakitan galon dan bambu.

Sontak video ini mendapat berbagai komentar warganet, beberapa dari mereka tidak yakin kedua pemuda asal Banyuwangi akan sampai ke tujuan.

“Nyangkut di Sungai Ciliwung”
“Kapan sampenya?”
“Gw yakin di laut samudera hindia muter balik”

Menurut laporan ntnews, Kepala desa setempat menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tekad dan solidaritas warga dalam menjalankan ibadah, meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.

Ide Resep Menu Makanan Sehat untuk Anak, Dijamin Langsung Lahap Makan!

Walaupun begitu, ia tetap mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan ibadah mereka.

Tidak hanya warga Banyuwangi yang bepergian ke Mekkah dengan cara berbeda, beberapa hari lalu awal Februari ada juga warga Sampang, Madura, Jawa Timur memilih jalan kaki untuk pergi ke tanah suci.

Dua pemuda asal Sampang itu adalah Anas Mahfud dan Moh. Muhab yang memutuskan untuk menunaikan ibadah ke Mekkah dengan berjalan kaki.

Keputusan ini terinspirasi dari beberapa rekan mereka yang telah lebih dulu menempuh perjalanan serupa.

Berangkat dari Alun-alun Trunojoyo, Sampang, pada Sabtu (1/2/2025), mereka membawa bendera merah-putih, dokumen pribadi, serta pakaian ganti. Anas menjelaskan bahwa paspor dan visa akan diurus di perbatasan Singapura.

Diperkirakan perjalanan ini akan memakan waktu antara 8 hingga 12 bulan. Menurut Anas, waktu tempuh ini lebih singkat dibandingkan menunggu antrean haji yang bisa berlangsung puluhan tahun.

“Kami harus terus bersemangat menuju Tanah Suci, meskipun terkendala finansial atau keterbatasan kuota haji,” ujarnya.

Editor: Shadinta Aulia Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *