Berita  

Ramai Trend ke Mekkah Jalan Kaki di TikTok, Apakah Bisa Sampai Tujuan?

Ramai Trend ke Mekkah Jalan Kaki di TikTok, Apakah Bisa Sampai Tujuan?
Ilustrasi trend Mekkah di TikTok (Pexels/ Mido Makasardi)

LINGKARWILIS.COM – Media sosial TikTok akhir-akhir ini ramai dengan fenomena ke Mekkah tanpa bantuan agen perjalanan,

Pada fenomena ini, banyak berseliweran warga +62 melakukan perjalanan ke mekkah dengan cara naik sepeda ontel, sepeda motor hingga jalan kaki.

bayar PBB Kota Kediri

Beberapa hari lalu awal Februari 2025, viral dua orang pemuda asal Sampang, Madura hendak melakukan perjalanan ibadah ke Mekkah dengan jalan kaki.

Menurut mereka berjalan kaki ke Mekkah sangat efisien karena membutuhkan waktu singkat ketimbang menunggu antrian puluhan tahun untuk naik haji.

Tetapi yang menjadi pertanyaan, apakah mereka bisa langsung menunaikan ibadah haji saat sudah sampai ke Mekkah, Arab Saudi.

Jemaah Haji Asal Kediri Bisa Kirim Barang dari Mekkah Lewat PT Pos Indonesia, Ini Infonya

Apakah bisa masuk Mekkah?

Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umroh dan Haji Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi, menegaskan bahwa secara prinsip, perjalanan lintas negara dapat dilakukan dengan berbagai moda transportasi, termasuk berjalan kaki, bersepeda, menggunakan mobil, sepeda motor atau pesawat. Namun, syarat utamanya adalah memiliki izin resmi berupa paspor dan visa dari negara tujuan.

Menurut Sapuhi, seseorang bisa menuju Mekkah dengan cara apapun tetapi tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah kondisi fisik yang tidak sekuat generasi sebelumnya. Karena itu, perjalanan jauh ke Makkah dengan berjalan kaki atau lainnya akan sangat sulit bagi mereka yang tidak memiliki daya tahan tubuh yang baik.

Selain itu, perjalanan darat dari Indonesia ke Arab Saudi juga mengharuskan seseorang melintasi berbagai negara.

Bagi mereka yang ingin tetap berjalan kaki, opsi menempuh jalur laut hingga Jeddah dan melanjutkan perjalanan darat ke Makkah pun tidak bisa dilakukan sepenuhnya dengan berjalan kaki.

Pasalnya di Arab Saudi sendiri, berjalan kaki di jalan raya bukanlah hal umum. Infrastruktur jalan di sana lebih diperuntukkan bagi kendaraan bermotor.

Oleh karena itu, pejalan kaki yang melintas bisa saja dihentikan oleh petugas karena bisa dicurigai sebagai pendatang ilegal.

Curi Rokok di Toko Kelontong, Tiga Pelajar Malang Ditangkap Polisi

Naik Haji perlu visa

Selain mempersiapkan kondisi fisik, untruk pergi ke tanah suci juga harus menyiapkan visa sebagai dokumen pelengkap agar bisa masuk menjalankan ibadah.

Melansir Diretorat Jenderal Penyelenggaran Haji dan Umroh, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjelaskan bahwa visa yang digunakan untuk haji yakni visa haji.

Anggota Media Center Haji Kementerian Agama, Widi Dwinanda, menegaskan berhaji harus menggunakan visa resmi sesuai regulasi yang berlaku. Menurutnya, ada tiga dasar hukum yang mengatur hal ini.

Pertama, di Indonesia mengatur Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah hanya mengakui dua jenis visa haji yang sah.

Diantaranya visa haji kuota Indonesia (baik reguler maupun khusus) serta visa haji Mujamalah yang merupakan undangan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi,

Visa Mujamalah, yang lebih dikenal sebagai haji Furoda, mengharuskan jemaah berangkat melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Kedua, lanjutnya, fatwa Haiah Kibaril Ulama Saudi menegaskan bahwa setiap jemaah yang ingin menunaikan ibadah haji wajib memiliki izin resmi. Fatwa tersebut menyebutkan empat alasan utama:

1. Izin haji merupakan ketentuan yang sesuai dengan syariat Islam.
2. Adanya izin haji bertujuan untuk menjamin kelancaran dan kualitas pelayanan bagi jemaah.
3. Mematuhi aturan izin haji merupakan bentuk ketaatan kepada pemerintah.
4. Haji tanpa izin dianggap tidak sah dan menimbulkan dampak negatif, tidak hanya bagi jemaah yang bersangkutan, tetapi juga bagi jemaah lain.

Terakhir, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga memberikan pandangan serupa. Dalam musyawarah yang digelar pada 28 Mei 2024, PBNU menyatakan bahwa haji menggunakan visa non-haji memang sah secara hukum Islam, namun dianggap tidak sesuai aturan dan pelakunya berdosa.

Dengan adanya regulasi ini, PPIH mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih jalur keberangkatan haji demi menghindari permasalahan di kemudian hari.

Deretan orang yang berhasil lewat jalur darat

Sejumlah orang berhasil menempuh perjalanan ke berbagai negara melalui jalur darat, membuktikan ketahanan fisik dan tekad mereka dalam menghadapi tantangan.
Walaupun sudah sampai tujuan tetapi ada beberapa orang yang gagal masuk untuk menunaikan ibadah haji.

1 Lilik Gunawan perjalanan ke Mekkah pakai motor Nmax

Lilik Gunawan dan putranya, Achmad Balda, sukses menuntaskan perjalanan epik menuju Mekkah dengan sepeda motor. Mengendarai Yamaha NMax, keduanya menempuh perjalanan selama delapan bulan sebelum akhirnya menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Perjalanan dimulai dari Jambi, melintasi Pulau Jawa dan Kalimantan, lalu berlanjut ke Brunei Darussalam dan Malaysia. Dari sana, mereka terus menempuh jalur darat melalui Thailand dan berbagai negara lainnya hingga mencapai Arab Saudi.

Menariknya, istri dan ibu Lilik telah lebih dulu tiba di Mekkah, difasilitasi komunitas Muslim Indonesia yang berbasis di Uni Emirat Arab, seperti Indonesia Muslim Association Dubai UEA dan Organisasi Indo Emirate Ruwais UEA.

Perjalanan panjang ini tidak terlepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah penahanan motor mereka selama tujuh jam di perbatasan Arab Saudi. Selain itu, Lilik dan Balda harus melewati kawasan rawan konflik di Quetta dan Balochistan sebelum akhirnya menyeberang ke Iran dan Uni Emirat Arab melalui Pelabuhan Abbas.

Sepanjang perjalanan, Lilik aktif membagikan pengalamannya melalui akun Instagram @jejakpalmarjambi. Ia juga mengumpulkan 1.000 pesan tentang makna seorang ibu dari orang-orang yang ditemuinya.

Setelah menyelesaikan misinya, Lilik berencana menjual motor NMax yang setia menemaninya selama delapan bulan dengan harga awal Rp22 juta..

2 Pasutri naik sepeda onthel tapi gaga; menunaikan ibadah haji

Sepasang suami istri asal Malaysia, Ahmad Mohd Isa dan Noradilah Mohd Shafie sebelumnya menjadi sorotan setelah nekat mengayuh sepeda menuju Arab Saudi demi menunaikan ibadah haji.

Bersama rekan mereka, Abdul Halim Talha, perjalanan luar biasa ini membawa mereka melintasi tujuh negara, yaitu Malaysia, Thailand, India, Pakistan, Uni Emirat Arab (UAE), Iran, dan akhirnya Arab Saudi.

Setelah lima bulan perjalanan penuh tantangan, mereka berhasil tiba di Madinah pada 19 April 2024, bahkan lebih awal dibandingkan jamaah haji kloter pertama.

Namun, ketika hendak menunaikan rukun Islam kelima, mereka menghadapi kendala besarβ€”visa haji yang diajukan ternyata ditolak oleh otoritas Arab Saudi.

Akibatnya, Ahmad dan istrinya tidak dapat menjalankan ibadah haji sebagaimana yang mereka impikan.

Ahmad mengungkapkan bahwa keputusan untuk bersepeda ke Tanah Suci didorong oleh pesan ibunya, yang menasihatinya agar berhaji dengan cara yang benar.

Oleh karena itu, ia tetap berusaha mendapatkan visa resmi dan menolak opsi menggunakan visa ilegal, meskipun telah sampai di Arab Saudi.

Editor: Shadinta Aulia Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *