LINGKARWILIS.COM – Sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung mengalami banjir atau genangan air akibat hujan deras yang mengguyur selama lebih dari tujuh jam pada Senin (24/2/2025). Meski demikian, banjir ini tidak sampai menyebabkan air masuk ke rumah warga.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Gilang Zelakusuma, menjelaskan bahwa Februari 2025 menjadi puncak musim hujan, sebagaimana diprediksi oleh BMKG. Puncak musim penghujan ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga Maret 2025.
Hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak pukul 13.00 WIB dan baru mereda sekitar pukul 20.30 WIB. “Intensitas hujan yang terjadi di Kabupaten Tulungagung hari ini cukup tinggi dan lama, yakni kurang lebih selama tujuh jam,” ujar Gilang Zelakusuma, Senin (24/2/2025).
Gilang mengungkapkan, akibat hujan berkepanjangan, beberapa titik di Tulungagung mengalami genangan air. BPBD mencatat sedikitnya empat lokasi terdampak, mayoritas berada di kawasan perkotaan.
Edarkan Bubuk Petasan, Pemuda 19 Tahun di Tulungagung Diringkus Polisi
Empat titik yang terpantau mengalami genangan berada di Kelurahan Kepatihan, Kelurahan Bago, dan Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung. Selain itu, genangan juga terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Kauman, tepatnya di sekitar simpang empat Cuiri. “Mayoritas terjadi di Kecamatan Kota, total ada tiga titik genangan air, terutama di jalan,” jelasnya.
Gilang menambahkan, faktor utama genangan ini adalah intensitas hujan yang tinggi serta durasi hujan yang cukup lama. Di kawasan perkotaan, kondisi drainase yang buruk turut berkontribusi terhadap terbentuknya genangan. Sementara itu, genangan di Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, lebih dipengaruhi oleh tingginya curah hujan.
Meski demikian, genangan air di sejumlah titik tersebut cepat surut dalam waktu satu hingga dua jam setelah hujan reda. “Tidak ada rumah warga yang terdampak genangan air akibat hujan hari ini. Namun, genangan hanya terjadi di jalan umum saja. Kalau di wilayah kota, faktor penyebabnya karena drainase,” pungkasnya.

