PONOROGO, LINGKARWILIS.COM β Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ponorogo bersama Satlantas Polres Ponorogo menggelar razia kendaraan angkutan barang pada Rabu (26/2/2025) pagi di wilayah Kecamatan Sampung.
Razia ini menyasar kendaraan yang tidak memiliki dokumen lengkap seperti STNK, SIM, KIR, serta kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas atau Over Dimension Over Load (ODOL).
Namun, hasil operasi kali ini dinilai minim, hanya tiga kendaraan yang terjaring. Ketiganya terdiri dari dua truk tambang pengangkut pasir dan satu mobil pick-up, yang kedapatan membawa muatan berlebih serta memiliki izin KIR yang sudah kedaluwarsa.
Baca juga :Β Efisiensi, Ketua DPRD Kabupaten Kediri : Kami Sepakat Mengurangi Perjalanan Dinas dan Rapat di Luar Kota
Kepala Dishub Ponorogo, Wahyudi, mengakui bahwa razia ini tidak berjalan optimal karena kemungkinan telah bocor sebelumnya.
Hal ini terlihat dari sedikitnya kendaraan yang terjaring, meskipun berdasarkan laporan masyarakat, banyak truk yang sering melintas di kawasan Monumen Reog, baik dari arah Wonogiri maupun Ponorogo.
“Bisa dilihat, hanya beberapa kendaraan yang terkena razia. Kemungkinan besar informasinya sudah bocor duluan,” ungkap Wahyudi.
Meski demikian, Wahyudi menegaskan bahwa razia tetap dilakukan untuk menertibkan lalu lintas dan memastikan keselamatan pengendara.
Baca juga :Β Sebanyak 25 Anak Dibawah Umur Ajukan Dispensasi Kawin, Ini Info dari DP2KBP3A Kabupaten Kediri
Kendaraan yang melanggar langsung dikenakan tilang di tempat oleh Satlantas Polres Ponorogo serta diberikan peringatan untuk segera mengurus izin KIR dan tidak lagi mengangkut muatan berlebih.
“Kami langsung berikan sanksi tilang dan meminta mereka segera mengurus izin KIR yang sudah kedaluwarsa,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Dishub berencana mengintensifkan razia di titik-titik rawan pelanggaran, seperti di Kecamatan Jenangan dan Kecamatan Ngebel. Razia ini akan dilakukan secara rutin dan mendadak untuk mencegah kebocoran informasi di lapangan.
“Ke depan, razia ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan sebagai upaya menertibkan pengendara dan meningkatkan keselamatan di jalan,” pungkas Wahyudi.***
Reporter: Sony Dwi P
Editor : Hadiyin





