Geliat Bisnis Angkringan di Area SLG, Pakai Pramusaji Cewek Cantik dan Seksi, Strategi Pikat Pembeli

sekitar Fave Hotel, Simpang Lima Gumul (SLG), Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Pramusaji Cewek Muda Cantik, Strategi angkringan SLG pikat pembeli (Bidu)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Angkringan, bisnis kuliner malam di Kabupaten Kediri semakin kompetitif, menuntut para pelaku usaha untuk terus berinovasi demi menarik pelanggan. Geliat usaha angkringan ini salah satunya bisa dijumpai di sekitar Fave Hotel di area Simpang Lima Gumul (SLG), Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Dari belasan angkringan tersebut salah satunya adalah angkringan Riki yang buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga 02.00 WIB. Sang pemilik, Riki, mengungkapkan bahwa di akhir pekan, omzetnya bisa mencapai Rp1 juta per malam, sementara pada hari biasa berkisar Rp500 ribu.

Namun menurutnya mengembangkan usaha di tengah persaingan yang semakin ketat bukanlah hal mudah. Di kawasan SLG, banyak angkringan menerapkan strategi pemasaran dengan mempekerjakan wanita muda yang cantik dan berpenampilan seksi. Riki pun mengakui bahwa strategi ini cukup efektif guna menarik pelanggan.

Baca juga :Β Tentara Israel Diduga Menjual Barang Jarahan dari Gaza dan Lebanon

“Sebenarnya itu hanya strategi, tapi yang utama tetap kualitas makanan dan kenyamanan pelanggan,” ujar Riki kepada wartawan pada Jumat (7/3/2025).

Sebelum membuka angkringan, Riki pernah bekerja di usaha kebab. Keinginannya untuk mandiri mendorongnya merintis bisnis sendiri. Bahkan, ia sempat memiliki lima cabang angkringan.

Namun, akibat meningkatnya persaingan dan perubahan kondisi pasar, kini hanya dua cabang yang masih bertahan.

“Dulu sempat ada lima angkringan, tapi karena kondisi semakin sulit, sekarang tinggal dua,” tambahnya.

Baca juga : Kapolri dan Panglima TNI Bagikan Ribuan Paket Bansos Jelang Ramadan

Salah satu pelanggan, Sulaiman, mengungkapkan bahwa kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) memang menjadi magnet kuliner malam. Puluhan angkringan berjajar rapi di sepanjang jalan, baik di dalam maupun luar area SLG.

“Menurut saya, tempatnya nyaman, pilihan menunya banyak, dan pelayanannya ramah. Selain itu, banyak pelayan atau pramusaji angkringan adalah wanita muda berpenampilan menarik sehingga membuat pembeli betah, hehehe,” ujarnya sambil tertawa.

Di tengah ketatnya persaingan, Riki tetap optimis. Ia percaya bahwa kualitas makanan dan pelayanan yang baik adalah kunci utama dalam mempertahankan pelanggan dan menjaga keberlangsungan usahanya.***

Reporter : Agus Sulisyo Budi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *