Gaza, LINGKARWILIS.COM – Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dan Jihad Islam mengecam pelanggaran gencatan senjata yang berulang kali dilakukan oleh Israel selama masa perjanjian gencatan senjata.
Dilansir dari laman Minanews, kedua delegasi bertemu di Doha, Qatar, untuk membahas berbagai pelanggaran yang dilakukan Israel, kelanjutan implementasi perjanjian gencatan senjata, serta perkembangan terbaru dalam negosiasi lanjutan.
Delegasi Hamas yang dipimpin oleh Mohammed Darwish menerima kunjungan delegasi Jihad Islam yang mencakup Sekretaris Jenderal Ziad al-Nakhalah.
Baca juga : Ratusan Pengendara Terjaring Operasi Cipta Kondisi di GOR Jayabaya Kota Kediri
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menegaskan “pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan perjanjian gencatan senjata serta pelaksanaan tahap kedua tanpa syarat.”
Mereka juga menegaskan “komitmen perlawanan dalam menjalankan setiap kesepakatan yang telah ditandatangani dan kesiapan penuh untuk menuntaskan seluruh tahapan perjanjian.”
Selain itu, Hamas dan Jihad Islam mengecam berbagai tindakan yang dilakukan Israel di Yerusalem dan Tepi Barat, termasuk penghancuran kamp-kamp pengungsi serta larangan beribadah di Masjid Ibrahimi.
Baca juga : Silaturahmi Rutin, Polres Kediri Kota Ajak Awak Media Bagikan Takjil dan Buka Puasa Bersama
Sejak gencatan senjata ditandatangani pada 19 Januari, tentara Israel disebut terus melakukan berbagai pelanggaran di Jalur Gaza, baik secara militer, politik, maupun kemanusiaan, termasuk membatasi akses terhadap bantuan kemanusiaan.***
Editor : Hadiyin





