LINGKARWILIS.COM – Gunung Lewotobi, gunung berapi aktif di Kabupaten Flores Timur, NTT meletus pada 20 Maret 2025 menyemburkan awan abu setinggi 2.500 meter.
Letusan berlangsung 11 menit 9 detik dengan abu berwarna abu-abu hingga hitam. Akibatnya, status gunung Lewotobi dinaikkan dari Siaga (Level III) ke Awas (Level IV) karena peningkatan aktivitas vulkanik.
Hingga 21 Maret 2025 tercatat Gunung Lewotobi 25 kali erupsi dalam sepekan terakhir dengan semburan abu mencapai 700 meter.
Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia, pemantauan aktivitas seismik pada 21 Maret 2025 dari pukul 00.00 – 23.59 WITA mencatat terjadi dua kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo berkisar 14,8 – 47,3 milimeter dan durasi antara 52 – 223 detik.
Akses ke Gunung Bromo Kembali Normal, BPBD Malang Ingatkan Tetap Waspadai Longsor Susulan
Selain itu, tercatat 60 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3,7 – 29,6 milimeter serta durasi 23 – 124 detik dan 4 kali gempa harmonik dengan amplitudo 2,9 – 14,8 milimeter yang berlangsung selama 60 hingga 83 detik.
Dari meningkatnya aktivitas. masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari pusat erupsi dan 6 km ke arah Barat Daya, Utara, dan Timur Laut.
Gunung Lewotobi terdiri dari Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Lewotobi Perempuan.
Sebelumnya, pada Januari 2024, status Awas diberlakukan akibat peningkatan erupsi. Pada November 2024, letusan besar menghancurkan desa dalam radius 4 km, menewaskan 10 orang, termasuk satu keluarga yang tertimbun di Desa Klata.
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya




