Daerah  

Farel Yuda Pemuda Jombang yang Menolak Melupakan Wayang

Farel Yuda Pemuda Jombang yang Menolak Melupakan Wayang
Farel Yuda Kusuma menunjukkan salah satu wayang karyanya dari kertas karton—buah ketekunan dan cinta pada budaya Jawa yang ia rawat sejak kecil. (Ist)

LINGKARWIILIS.COM – Ramainya digitalisasi dan modernisasi yang semakin menggerus tradisi, seorang pemuda asal Jombang tampil beda. Ia memilih menjaga dan menghidupkan kembali seni wayang yang kian terpinggirkan oleh zaman.

Farel Yuda Kusuma (18), siswa SMAN 3 Jombang yang berasal dari Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, telah menaruh hati pada dunia wayang sejak usia tujuh tahun. Ketertarikannya bukan hanya pada bentuk visual wayang yang unik, tetapi juga pada nilai-nilai filosofis yang dikandungnya.

“Saya pertama kali melihat gambar wayang dari buku pepak Bahasa Jawa. Bentuknya menarik, penuh detail, dan terasa berbeda,” kenang Farel, Sabtu (12/4/2025).

Meski tidak berasal dari keluarga dalang, Farel tumbuh dalam lingkungan yang tetap bersentuhan dengan seni tradisional. Kakeknya merupakan seorang pengrawit atau penabuh gamelan, yang memperkenalkannya secara tidak langsung pada kekayaan budaya Jawa.

Arus Balik Mudik Lebaran, Penumpang Stasiun Malang Meningkat Tajam

Keingintahuannya yang besar membawanya mempelajari wayang secara otodidak. Ia menggali informasi dari buku hingga internet, lalu mempraktikkannya sendiri. Kini, tangannya terampil menciptakan tokoh-tokoh wayang dari karton. Dari sekadar hobi, karya-karya Farel berkembang menjadi usaha kecil yang ia beri nama KF Productions dan ia pasarkan melalui media sosial, terutama Instagram.

“Saya membuat untuk diri sendiri, tapi kalau ada yang tertarik, saya juga menerima pesanan,” ujarnya.

Tak sekadar membuat, Farel juga pernah tampil di atas panggung, meskipun belum sebagai dalang utama. Ia pernah memainkan peran tersebut dalam pementasan seni di sekolah, diiringi oleh rekan-rekannya yang tergabung dalam ekstrakurikuler karawitan.

Dari sekian banyak lakon pewayangan, Pendawa Sukur atau Sesaji Rajo Joyo menjadi favoritnya. Kisah tersebut dianggapnya sarat nilai perjuangan dan moral dalam membangun negeri.

Produksi Obat Ilegal di Malang Terbongkar, Omzet Capai Jutaan Rupiah

“Nilai moralnya dalam. Tentang kejujuran, keteguhan, dan keikhlasan,” katanya.

Bagi Farel, wayang lebih dari sekadar karya seni. Wayang adalah ruang refleksi, ketenangan, sekaligus sumber inspirasi.

“Wayang itu indah. Dalam bentuknya, dalam ceritanya, dan dalam nilainya. Saya merasa tenang saat membuat atau memandangnya,” tutur Farel dengan tatapan menerawang.

Memahami pentingnya melestarikan budaya, Farel berharap generasi muda tidak melupakan akar budaya mereka. Ia mendorong agar anak-anak muda tetap mencintai budaya sendiri, meskipun terbuka terhadap budaya asing.

“Boleh saja suka budaya luar, tapi jangan lupakan budaya kita sendiri. Wayang itu bukan hanya peninggalan, tapi pelajaran hidup,” pesannya penuh harap.

Menjelang kelulusan, Farel tengah bersiap melanjutkan pendidikan ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan mengambil jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik). Keputusannya itu didorong oleh semangat untuk terus mengasah kemampuan, memperluas relasi, dan merawat kecintaan terhadap seni tradisional yang telah tumbuh sejak kecil.

Melalui tangan-tangan muda seperti Farel, warisan budaya seperti wayang diyakini akan tetap hidup—mengalir dalam goresan karton, menyala di balik layar pertunjukan, dan tumbuh dari cinta yang tak lekang oleh waktu. (st2/ag)

Editor: Shadinta Aulia Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D