Blitar, LINGKARWILIS.COM – Langkah Kejaksaan Negeri Kabupaten Blitar dalam menindak tegas kasus dugaan korupsi proyek Dam Kalibentak mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Bentuk dukungan tersebut datang dalam rupa papan ucapan yang terpajang di halaman kantor kejaksaan di Jalan Ahmad Yani, Kamis malam (25/4/2025).
Papan ucapan tersebut datang hanya berselang beberapa saat setelah penahanan Hari Budiono (HB), Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Blitar yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp 4,9 miliar.
Salah satu papan bertuliskan sindiran jenaka: “Ubur-ubur Ikan Lele, Kecekel le…” dan mengatasnamakan “Kontraktor Blitar Raya”.
Setidaknya terdapat tiga papan ucapan yang diletakkan di sekitar pintu gerbang kejaksaan. Semua berisi dukungan atas upaya hukum yang tengah dijalankan jaksa dalam mengusut dugaan korupsi proyek yang berada di Desa Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo tersebut.
“Tadi malam tiba-tiba sudah ada yang menaruh papan ucapan di depan,” ungkap seorang pegawai Kejari Blitar.
Menanggapi dukungan itu, Plt Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Blitar, Andrianto Budi Santoso, menyampaikan apresiasi dan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menuntaskan kasus ini hingga tuntas. “Setiap tindakan melawan hukum, siap-siap berhadapan dengan kami,” tegasnya.
Baca juga : Jelang Berangkat Haji, Jamaah Kediri Ramai-Ramai Tukar Rupiah ke Riyal
Sebelumnya, HB akhirnya menyerahkan diri setelah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik. Ia datang ke Kejari Blitar pada Kamis sore didampingi kuasa hukumnya, dan resmi ditahan pada malam harinya usai menjalani pemeriksaan panjang. Selain menahan HB, penyidik juga telah menetapkan dan menahan tiga tersangka lainnya dari unsur ASN dan swasta.
Dalam proses penyidikan, kejaksaan juga telah melakukan penggeledahan di rumah HB dan menyita sejumlah dokumen serta 28 unit sepeda motor berbagai merek. Penyidikan terhadap kasus ini dipastikan masih terus berlanjut dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka tambahan.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





