BLITAR, LINGKARWILIS.COM — Polres Blitar Kota secara resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Premanisme sebagai respons atas instruksi langsung dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Satgas ini akan bertugas menangani praktik-praktik premanisme yang kerap meresahkan masyarakat.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, menyampaikan bahwa pembentukan tim ini bertujuan menyatukan langkah penegakan hukum terhadap segala bentuk aksi premanisme di wilayah hukumnya.
“Satgas sudah resmi kami luncurkan dan saat ini langsung mulai bergerak. Untuk hasilnya, nanti akan kami umumkan setelah proses berjalan,” ujar Titus, Selasa (6/5/2025).
Baca juga : Bank Indonesia Kediri Tanamkan Nilai Kedaulatan Lewat Edukasi Cinta Rupiah di Kelurahan Ngronggo
Satgas tersebut terdiri dari 40 personel pilihan yang berasal dari berbagai satuan, termasuk intelijen, pembinaan masyarakat (Binmas), dan satuan reserse kriminal (Satreskrim). Masing-masing satuan memiliki peran strategis: Binmas fokus pada edukasi dan sosialisasi, intelijen melakukan deteksi dini, dan Satreskrim akan melakukan tindakan penegakan hukum.
“Seluruh anggota bekerja di bawah koordinasi saya langsung sebagai Kapolres,” tegasnya.
Titus menegaskan bahwa sasaran utama Satgas meliputi individu atau kelompok yang melakukan tindakan pemerasan dan intimidasi. Selain itu, pihaknya juga akan mengawasi keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dinilai berpotensi menimbulkan keresahan publik.
Baca juga : Wabup Dewi Dukung Festival Pelepasan Pelajar Kediri Berbudaya, Dorong Kepedulian Sosial dan Lingkungan
Langkah awal yang diambil Satgas bersifat preventif dan edukatif. Namun jika upaya tersebut tidak diindahkan, tindakan tegas akan diberlakukan.
Terkait wilayah operasi, Titus menekankan bahwa tidak ada daerah yang secara spesifik dianggap lebih rawan dari yang lain. Satgas akan merespons seluruh wilayah, baik di Kota Blitar maupun Kabupaten Blitar, secara merata.
“Kami siap hadir dan bertindak di mana pun demi rasa aman masyarakat. Polri ada untuk rakyat,” tutupnya.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





