Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Praktik jebakan tikus menggunakan listrik di area persawahan kembali menelan korban jiwa. Subari (66), petugas pengairan di Dusun Jamang, Desa Taji, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, ditemukan meninggal dunia usai tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang terpasang di sawah, Sabtu (25/5/2025).
Kejadian ini dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid. Ia menjelaskan, korban berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 03.00 WIB untuk mengecek sistem pengairan sawah, menyusul rencana tandur atau penanaman padi oleh warga.
“Korban merupakan petugas lapangan pengairan sekaligus anggota Hippa Dusun Jamang,” ungkap Ipda Hamzaid.
Baca juga : Polres Kediri Kota Bubarkan Remaja Nongkrong Saat Patroli Dini Hari
Beberapa saat kemudian, dua saksi, Risa’udin dan Nur Rohim, mendapat laporan dari warga yang hendak menanam padi bahwa Subari ditemukan tergeletak tak bernyawa di pematang sawah.
“Korban ditemukan dalam posisi terlentang, mengenakan baju bermotif kotak biru, celana pendek biru, dan sarung biru tua. Tangan kirinya masih menggenggam kabel jebakan tikus beraliran listrik,” tambahnya.
Setelah menerima informasi, kedua saksi segera melapor ke Kepala Desa Taji, yang kemudian meneruskan ke Polsek Maduran. Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Maduran langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Baca juga : DKPP Kabupaten Kediri Jadwalkan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Korban dinyatakan meninggal di tempat. Pemeriksaan medis mengungkap adanya luka bakar di telapak tangan dan bagian dada. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
Jenazah selanjutnya dievakuasi ke rumah duka. Pihak keluarga menyatakan menerima insiden tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Peristiwa ini menambah panjang daftar korban akibat jebakan tikus beraliran listrik yang masih kerap digunakan petani. Praktik ini dinilai membahayakan jiwa dan terus menjadi perhatian aparat serta pihak terkait untuk dicarikan solusi yang lebih aman dan ramah lingkungan.***
Reporter : Suprapto
Editor : Hadiyin





