Jasad Pemuda Blitar yang Terseret Arus Ditemukan 25 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Jasad Pemuda Blitar yang Terseret Arus Ditemukan 25 Kilometer dari Lokasi Kejadian
Petugas saat mengevakuasi jenazah dari lokasi masuk Desa Srikaton, Ngantru, Tulungagung. (bpbd )

Blitar, LINGKARWILIS.COM – Setelah tiga hari pencarian intensif, jasad Moh. Dafa Nur Ilham Mahfud (18), warga Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, yang hanyut di Sungai Brantas akhirnya ditemukan pada Kamis (29/5/2025). Tubuh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Tulungagung, sekitar 25 kilometer dari lokasi awal kejadian.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bettryanto, membenarkan penemuan jasad korban. “Korban ditemukan mengapung di tepi Sungai Brantas, tepatnya di Dusun Mayangan, Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, sekitar pukul 11.40 WIB,” ujarnya.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Saat ditemukan, korban masih mengenakan celana pendek berwarna gelap. Penemuan jasad tersebut segera dilaporkan warga kepada aparat berwenang dan diteruskan ke tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan. Selanjutnya, korban dievakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk proses identifikasi dan visum.

Baca juga : Dispendukcapil Kabupaten Kediri Jemput Bola, Data Warga Terdampak Bencana Alam Didata Ulang

“Setelah diperiksa dan dikonfirmasi oleh pihak keluarga, jasad tersebut dipastikan adalah Moh. Dafa, yang sebelumnya dilaporkan hanyut saat berenang. Jenazah sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” kata Ivong.

Sebelumnya, peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (27/5/2025) sekitar pukul 15.30 WIB di Dusun Gendong, Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon. Berdasarkan keterangan saksi, korban bersama tiga temannya—Ahmad Irham, M. Amir Febria Saputra, dan satu lainnya—berenang menyeberangi Sungai Brantas dari utara ke selatan.

Meski arus sungai cukup deras, keempat remaja tersebut sempat berhasil menyeberang. Namun saat mencoba kembali ke sisi utara dengan berenang, Dafa kelelahan di tengah sungai dan tak mampu melanjutkan. Upaya pertolongan oleh teman-temannya gagal, dan ia akhirnya tenggelam terseret arus deras.

Baca juga : Polres Kediri Kota Lakukan Sterilisasi Gereja Jelang Peringatan Kenaikan Isa Almasih

Tragedi ini menambah daftar panjang kasus tenggelamnya remaja di sungai saat bermain air tanpa pengawasan, dan menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di perairan.***

Reporter : Aziz Wahyudi

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *