KEDIRI – LINGKARWILIS.COM – Menjelang perayaan Kenaikan Isa Almasih yang jatuh pada Kamis (29/5/2025), jajaran Polres Kediri Kota melaksanakan sterilisasi sejumlah gereja di wilayah hukumnya, Rabu (28/5/2025). Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjamin keamanan dan kenyamanan umat Kristiani yang akan melaksanakan ibadah.
Proses sterilisasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup bagian luar dan dalam gereja, dengan menggunakan alat pelacak seperti metal detector dan melibatkan anjing pelacak dari unit K9. Kegiatan ini merupakan bagian dari SOP pengamanan tempat ibadah dalam momen besar keagamaan.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji, menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan pelayanan maksimal selama peringatan Kenaikan Isa Almasih. Selain menurunkan personel pengamanan di tiap gereja, pola pengamanan juga diterapkan secara terbuka dan tertutup.
Baca juga : Peringatan Kenaikan Isa Almasih di GBIS Singonegaran Kediri Berlangsung Penuh Hikmat dan Kondusif
“Kami berkomitmen menghadirkan rasa aman bagi umat Nasrani yang akan beribadah. Dalam pelaksanaannya, kami bersinergi dengan TNI dan Pemkot Kediri agar kegiatan ibadah berlangsung lancar dan damai,” ujar AKBP Bramastyo.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Kediri Kota, AKP Iwan Setyo Budhi, menjelaskan bahwa sterilisasi dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya benda asing yang mencurigakan yang bisa mengancam keamanan para jemaat.
“Petugas melakukan penyisiran ke seluruh sudut gereja menggunakan metal detector. Tujuan utamanya adalah memastikan tidak ada potensi ancaman yang dapat mengganggu kelancaran ibadah,” paparnya.
Sebagai catatan, Hari Kenaikan Isa Almasih merupakan salah satu hari raya penting dalam tradisi Kristen, yang diperingati 40 hari setelah Paskah. Di Indonesia, peringatan ini termasuk dalam kalender hari libur nasional berdasarkan Keputusan Presiden No. 3 Tahun 1983 tentang Hari Libur Nasional.
Pengamanan ekstra ini menjadi wujud nyata hadirnya negara dalam menjamin kebebasan beragama dan menjaga kerukunan antarumat beragama, sejalan dengan semangat toleransi yang terus dijaga di Kota Kediri.***
Reporter: Rizki Rusdiyanto
Editor : Hadiyin





