Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
OJK, Foto : @OJKIndonesia

Jakarta, LINGKARWILIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) tetap terjaga di tengah gejolak perdagangan dan geopolitik global. Kesepakatan dagang antara AS-Inggris dan AS-Tiongkok pada Mei 2025 turut meredakan ketegangan serta mendukung penguatan pasar keuangan global.

Melalui siaran pers, Senin ( 2/6/2025), OJK menyebut meski ketegangan geopolitik meningkat di sejumlah kawasan, dampaknya masih terbatas terhadap pasar keuangan dunia. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi global melambat, mendorong kebijakan moneter global menjadi lebih longgar, termasuk pemangkasan suku bunga dan pelonggaran likuiditas oleh sejumlah bank sentral.

bayar PBB Kota Kediri

Di dalam negeri, ekonomi menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan 4,87% pada kuartal I-2025. Konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama, sementara inflasi tetap terkendali di angka 1,95%. Neraca perdagangan surplus, defisit transaksi berjalan menyempit, dan cadangan devisa stabil.

Baca juga :Β Israel Tahan 3.000 Truk Bantuan Medis, Krisis Kesehatan Gaza Kian Memburuk

OJK mendukung paket insentif ekonomi pemerintah yang akan digulirkan pada Juni 2025 untuk mendorong daya beli masyarakat. OJK juga terus mendorong intermediasi, pendalaman pasar keuangan, serta penguatan UMKM sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.

Sementara itu, IHSG per akhir Mei 2025 menguat 6,04% (mtd) ke level 7.175,82. Kapitalisasi pasar mencapai Rp12.420 triliun. Pasar obligasi dan reksa dana menunjukkan kinerja positif, dengan investor asing mencatatkan net buy. Industri pengelolaan investasi membukukan total AUM Rp848,88 triliun.

Himpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp65,56 triliun, dengan 6 emiten baru. Selain itu, terdapat 85 pipeline penawaran umum senilai Rp74,94 triliun. Di sisi Securities Crowdfunding (SCF), dana terhimpun Rp1,57 triliun hingga Mei 2025.

Baca juga :Β Korlantas Polri Gencarkan Sosialisasi Nasional Menuju Indonesia Bebas ODOL

Transaksi derivatif keuangan juga menunjukkan peningkatan. Bursa Karbon mencatat volume perdagangan 1,59 juta tCO2e dengan nilai Rp77,95 miliar.

OJK menjatuhkan sanksi administratif berupa denda dan peringatan tertulis kepada pelaku pasar modal yang melanggar aturan, termasuk denda atas keterlambatan pelaporan dengan total lebih dari Rp15 miliar.

Sedangkan sektor perbankan menunjukkan kinerja intermediasi yang sehat dengan pertumbuhan kredit sebesar 8,88% yoy per April 2025, mencapai Rp7.960 triliun. Kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi. Sementara Dana Pihak Ketiga tumbuh 4,55%, menandakan likuiditas perbankan masih memadai.***

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto