Blitar, LINGKARWILIS.COM – Tak hanya menjalankan tugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, Aipda Yanus Pristiawan, Bhabinkamtibmas Polsek Lodoyo Timur (Lotim), juga aktif mengajak warga hidup sehat lewat senam Ling Tien Kung, yang kini memiliki ribuan anggota dari kalangan lansia, santri, hingga ustaz.
Polisi kelahiran 22 Oktober 1977 ini dikenal sebagai instruktur andal senam terapi tersebut. Awalnya, ia tertarik setelah merasa kelelahan usai blusukan ke kampung-kampung pada 2014, dan akhirnya bertemu dengan H. Sarjono, tokoh senam Ling Tien Kung di Blitar.
“Alhamdulillah, senam ini sangat bermanfaat. Awalnya saya hanya ingin sehat, sekarang malah jadi instruktur dan bisa berbagi manfaat,” ujar Yanus, Kamis (19/6/2025).
Sejak mengantongi lisensi instruktur resmi pada 28 April 2019, Yanus aktif memperkenalkan Ling Tien Kung kepada masyarakat, dimulai dari Kelurahan Kedungbunder—wilayah binaannya. Perlahan tapi pasti, senam ini menarik minat masyarakat luas hingga jumlah pesertanya kini mencapai ribuan, dan meluas ke wilayah pesisir selatan seperti Desa Bumiayu, Kecamatan Panggungrejo.
Baca juga : Polisi RW Balowerti Gelar Patroli Dialogis di Sekitar Stasiun Kediri
Bahkan, komunitas senamnya kini hadir di lingkungan pondok pesantren, seperti di Ponpes Nurus Salam Sutojayan. Tak hanya warga sipil, para santri dan ustaz pun rutin mengikuti senam yang dikenal bermanfaat untuk mengatasi ambien, rematik, asam urat, hingga stres ringan.
“Gerakannya lambat, rileks, sangat cocok untuk lansia. Dan yang penting, senam ini gratis, tanpa obat, alat, atau biaya,” jelasnya.
Setiap Minggu pagi, Yanus memimpin senam bersama di Alun-Alun Lodoyo atau halaman Polsek Lodoyo Timur, sekaligus menjadi ajang pendekatan Polri ke masyarakat. Di sela-sela kegiatan, ia juga menyampaikan pesan kamtibmas, ajakan menjaga lingkungan, hingga menyerap aspirasi warga.
Baca juga : Model Asal Suriah Ditangkap di Ponorogo, Diduga WNA Ilegal
Tak jarang, ia menerima curhatan soal keamanan seperti ulah oknum pesilat, knalpot brong, hingga kesulitan tes SIM. Dengan pendekatan humanis, Yanus menjawab setiap pertanyaan warga dengan sabar dan informatif.
“Tugas menjaga keamanan bukan hanya polisi, tapi tanggung jawab kita bersama. Saya ajak mereka berperan aktif,” ujarnya.
Tak hanya giat dalam edukasi, Yanus juga kerap mengajak anggotanya wisata bersama, mempererat hubungan emosional dan silaturahmi dengan masyarakat.
Kiprahnya pun mendapat apresiasi dari Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman, yang secara khusus memberikan penghargaan kepada Yanus atas dedikasinya dalam meningkatkan kesehatan dan kedekatan warga dengan institusi Polri.
“Aipda Yanus layak jadi teladan. Ia membuktikan bahwa polisi bisa menjadi sahabat dan motivator hidup sehat bagi masyarakat,” puji Kapolres.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





