LAMONGAN, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali menorehkan prestasi nasional. Kali ini, Lamongan berhasil menyabet juara pertama dalam ajang Indolivestock Innovation Awards 2025, melalui penghargaan Adi Praja Satwa Sewaka Utama, yang diterima langsung oleh Bupati Yuhronur Efendi di Grand City Convex, Surabaya, Rabu (2/7/2025).
Penghargaan bergengsi ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas berbagai inovasi dan komitmen Pemkab Lamongan dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta menerapkan praktik peternakan berkelanjutan dan modern.
“Upaya kami dalam membangun sektor peternakan melalui program inovatif kini mendapat apresiasi nasional. Alhamdulillah, ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Baca juga : Bupati Kediri, Mas Dhito, Pastikan Pembangunan Stadion Gelora Dhaha Jayati Rampung Akhir 2027
Dengan mengusung tema “Ternak Sehat, Pangan Kuat”, Lamongan menunjukkan bahwa pelayanan publik yang adaptif dan inovasi berkelanjutan menjadi kunci dalam membangun sektor peternakan yang kuat dan kompetitif.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Shofiah Nurhayati, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari implementasi berbagai program unggulan sejak tahun 2020. Beberapa di antaranya adalah:
-
Moluska (Modo Lumbung Sapi Kabupaten Lamongan)
Fokus pada peningkatan mutu genetik sapi lokal melalui inseminasi buatan dan layanan kesehatan hewan yang terstandar. -
Peta Si Udin
Program pelatihan berkelanjutan berbasis partisipasi, untuk meningkatkan kapasitas petugas Dinas Peternakan. Diluncurkan sejak 2023. -
Terapung Lama (Ternak Ayam Kampung Lamongan Maju)
Diberlakukan sejak 2022, memberdayakan peternak ayam kampung lewat peningkatan manajemen budidaya. -
Tersapu Jagat (Ternak Sapi Usaha Jagung Meningkat)
Sudah berjalan sejak 2018, mengintegrasikan pertanian jagung dan peternakan sapi dengan konsep pertanian tanpa limbah (zero waste agriculture). -
Ombak Si Petra
Program sejak 2019 yang menggabungkan pengelolaan limbah peternakan dengan perlindungan usaha melalui asuransi ternak sapi. -
Posyandu Kucing
Inisiatif layanan kesehatan hewan peliharaan sejak 2022, juga berperan dalam pencegahan penyakit zoonosis di kawasan urban.
“Seluruh inovasi ini dirancang dengan pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan berbasis teknologi serta data. Tujuannya jelas: meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak,” jelas Shofiah.
Dengan pencapaian ini, Lamongan tidak hanya meneguhkan diri sebagai daerah dengan sektor peternakan yang unggul, tetapi juga menjadi role model nasional dalam pembangunan peternakan modern berbasis inovasi dan keberlanjutan.***
Reporter : Suprapto
Editor : Hadiyin





