Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama DPRD setempat menyetujui rencana pengajuan pinjaman daerah senilai Rp 100 miliar. Dana tersebut direncanakan untuk mempercepat pembangunan serta perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat paripurna yang berlangsung di gedung DPRD Ponorogo pada Jumat (4/7/2025), dan turut dihadiri oleh Bupati Sugiri Sancoko.
Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno menyampaikan bahwa pinjaman ke Bank Jatim ini menjadi langkah strategis dalam mengatasi keterbatasan anggaran daerah. Ia menekankan bahwa kebutuhan akan perbaikan jalan tersebar merata di seluruh kecamatan.
“Melalui musrenbang, kita temukan banyak daerah yang mendesak membutuhkan infrastruktur. Karena keterbatasan fiskal, kita ambil opsi pinjaman demi percepatan pemerataan pembangunan,” jelas Dwi Agus.
Baca juga : PAD Parkir Grebeg Suro Ponorogo Belum Capai Target, Namun Tumbuh 60 Persen Dibanding Tahun Lalu
Pria yang akrab disapa Kang Whi ini menambahkan, rencana pengajuan pinjaman telah melewati kajian mendalam, termasuk memperhitungkan kemampuan keuangan daerah. Terlebih, Pemkab Ponorogo masih memiliki cicilan pinjaman di PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur), sehingga analisis daya bayar atau Debt Service Coverage Ratio (DSCR) menjadi fokus utama.
“Mengingat kita masih punya kewajiban di PT SMI, kajian DSCR sangat penting. Hasilnya menunjukkan bahwa kondisi fiskal Ponorogo masih tergolong aman untuk mengajukan pinjaman baru,” imbuhnya.
Meski telah mendapat persetujuan legislatif, proses pencairan dana masih menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
“Secara regional sudah kita setujui, tinggal menunggu persetujuan pusat. Ini baru langkah awal,” terangnya.
Baca juga : Persik Kediri Rekrut Gelandang Portugal Telmo Castanheira, Reuni dengan Ong Kim Swee
Sementara itu, Bupati Sugiri Sancoko menyatakan bahwa pembangunan jalan antarwilayah tidak dapat sepenuhnya bergantung pada anggaran pusat. Ia menyebut pinjaman daerah ini sebagai solusi realistis agar pembangunan bisa berjalan serentak dan memberi dampak ekonomi yang nyata.
“Kalau mengandalkan pusat, waktunya tidak pasti. Maka lebih baik kita inisiatif dengan pinjaman, supaya perbaikan bisa dilakukan serentak. Dampaknya langsung terasa bagi pertumbuhan ekonomi,” ujar Kang Giri.
Ia juga mengungkapkan bahwa pinjaman ini difokuskan sepenuhnya untuk pembangunan jalan, meskipun jumlahnya belum mampu menutup semua kebutuhan infrastruktur.
“100 persen dialokasikan untuk jalan. Targetnya, dana bisa cair tahun ini,” tandasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin






