Blitar, LINGKARWILIS.COM – Misteri kematian seorang perempuan muda bernama Dita Oktavia (21), warga Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, terus diusut aparat Polres Blitar. Dita, yang diketahui bekerja di sebuah warung kopi, ditemukan tak bernyawa di pinggir Jalan Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Minggu pagi (6/7/2025).
Polisi kini memburu orang terakhir yang diketahui bersama korban, sebagai bagian dari upaya mengungkap motif dan penyebab kematiannya. Dugaan sementara mengarah pada unsur kesengajaan, mengingat tidak ditemukan satu pun identitas diri maupun ponsel di lokasi kejadian.
Dugaan semakin kuat karena jasad korban ditemukan hanya dengan ciri-ciri tato bertuliskan “dita okta” di lengan kiri dan gambar Doraemon di kaki.
“Kami belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian. Saat ini masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara,” ujar Kasi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi, Selasa (8/7/2025). Ia menambahkan, meski terdapat lebam kecil di wajah korban, polisi belum bisa memastikan apakah Dita menjadi korban penganiayaan.
Baca juga : Persik Kediri Rekrut Striker Asal Prancis, Perkuat Lini Serang Jelang Liga 1 2025/2026
Informasi dari warga sekitar menyebut bahwa korban jarang pulang dan kehidupan pribadinya cenderung tertutup. Dita diketahui telah dua kali menikah. Pernikahan pertamanya kandas, dan pernikahan keduanya diduga tidak harmonis, bahkan kerap diwarnai pertengkaran.
Kondisi jasad yang ditemukan tanpa identitas menimbulkan kecurigaan bahwa korban sengaja dibuang setelah meninggal. Dugaan tersebut diperkuat oleh kronologi yang terkesan rapi, seolah-olah dirancang untuk menghilangkan jejak identitas.
Autopsi dilakukan pada Senin malam (7/7/2025) di RS Bhayangkara. Setelah proses selesai, jenazah dibawa ke rumah duka di Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, menggunakan ambulans.
Penemuan jasad perempuan tanpa identitas itu sempat membuat warga Desa Popoh geger. Korban pertama kali ditemukan oleh warga bernama Sutiyah, saat tengah menyapu halaman rumahnya sekitar pukul 06.00 WIB. Awalnya, ia mengira korban adalah orang mabuk atau gangguan jiwa yang tertidur di jalan. Namun setelah dicek bersama tetangga, diketahui bahwa perempuan itu sudah meninggal.
Baca juga : Belasan Pemuda Beratribut Silat Diamankan Polisi Usai Buat Onar di Blitar
Polisi kini terus mengembangkan penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan dari saksi dan memeriksa kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Kami berharap masyarakat yang memiliki informasi dapat segera melapor untuk membantu proses pengungkapan kasus ini,” pungkas Ipda Putut.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





