KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Menghadapi musim kemarau basah tahun ini, masyarakat Kabupaten Kediri tak perlu khawatir soal ketersediaan bahan pangan.
Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mencatat bahwa stok pangan di bulan Juli 2025 dalam kondisi aman dan berlimpah, dengan jumlah produksi yang melampaui kebutuhan.
Kepala Bidang Ketersediaan, Distribusi, dan Kerawanan Pangan DKPP Kabupaten Kediri, Arbai, menjelaskan bahwa hampir seluruh komoditas utama mengalami surplus.
Untuk komoditas beras, tercatat:
-
Produksi: 36.565,6 ton
-
Stok tersedia: 72.765,8 ton
-
Kebutuhan: 10.036,4 ton
-
Surplus: 62.734,5 ton
Komoditas bawang merah:
-
Produksi: 739,1 ton
-
Stok tersedia: 784,1 ton
-
Kebutuhan: 400,6 ton
-
Surplus: 383,5 ton
Cabai merah:
-
Produksi: 330,0 ton
-
Stok tersedia: 378,0 ton
-
Kebutuhan: 194,6 ton
-
Surplus: 183,4 ton
Cabai rawit:
-
Produksi: 2.495,0 ton
-
Stok tersedia: 2.547,0 ton
-
Kebutuhan: 284,7 ton
-
Surplus: 2.262,3 ton
Minyak goreng:
-
Stok tersedia: 2.181,7 ton
-
Kebutuhan: 1.883,9 ton
-
Surplus: 299,8 ton
Bawang putih:
-
Stok tersedia: 306,6 ton
-
Kebutuhan: 258,9 ton
-
Surplus: 47,6 ton
Sementara untuk komoditas protein hewani, juga dalam kondisi mencukupi:
-
Daging sapi: Produksi 305,7 ton, kebutuhan 102,7 ton, surplus 203 ton
-
Daging ayam: Produksi 1.329,5 ton, kebutuhan 800,7 ton, surplus 528,8 ton
-
Telur ayam: Produksi 5.839,2 ton, kebutuhan 800,3 ton, surplus 4.859,0 ton
Komoditas strategis lainnya seperti gula pasir juga mengalami kelebihan pasokan, dengan produksi mencapai 22.823,2 ton dan stok tersedia 1.238,6 ton, jauh melampaui kebutuhan sebesar 746,2 ton.
Untuk kedelai, stok juga terpantau aman, dengan jumlah tersedia 1.341,3 ton dan kebutuhan 1.325,3 ton, menghasilkan surplus sebesar 15,9 ton.
“Secara umum, kondisi ketersediaan pangan di Kabupaten Kediri selama kemarau basah sangat mencukupi dan memadai,” tegas Arbai.
Kondisi ini menjadi bukti kesiapan daerah dalam menjaga stabilitas pangan, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






