TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2025/2026, sejumlah toko seragam sekolah di Tulungagung mulai laris dan dipadati pembeli. Fenomena tahunan ini kembali meningkatkan omzet pelaku usaha seragam, seiring banyaknya orang tua yang mempersiapkan perlengkapan sekolah anak-anak mereka.
Salah satunya dialami oleh Mochammad Fahrudin, pemilik toko seragam “Lancar Jaya”. Ia mengungkapkan bahwa sejak bulan Juni lalu, toko miliknya mulai mengalami lonjakan pembeli. Tren ini bertepatan dengan dimulainya sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) di wilayah tersebut.
“Setiap hari ada peningkatan pembeli antara 40 hingga 50 persen dibanding hari biasa,” ujar Fahrudin, Jumat (11/7/2025). Ia memperkirakan lonjakan pembeli akan terus berlangsung hingga menjelang hari pertama masuk sekolah, yang jatuh pada 21 Juli mendatang.
Fahrudin merinci, saat ini toko miliknya mampu menjual antara 50 hingga 70 setel seragam setiap hari. Namun berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, penjualan justru mencapai puncaknya mendekati H-1 masuk sekolah atau bahkan berlanjut setelah tahun ajaran dimulai.
Pada periode yang sama tahun lalu, toko “Lancar Jaya” bahkan mampu menjual hingga 200 setel seragam per hari, dengan omzet harian berkisar Rp30 juta hingga Rp40 juta.
“Kalau sekarang memang belum terlalu ramai, tapi biasanya semakin mendekati hari masuk sekolah jumlah pembeli meningkat drastis,” jelasnya.
Fahrudin juga menyadari tren belanja seragam melalui platform daring semakin digemari masyarakat. Namun menurutnya, hal itu tidak berdampak besar pada penjualan toko fisiknya. Banyak konsumen yang pada akhirnya kembali membeli di toko konvensional karena kualitas produk dari toko daring dirasa tidak memuaskan.
“Banyak yang kecewa setelah belanja online, akhirnya balik lagi ke toko kami. Mereka bilang, meskipun harga sedikit lebih mahal, kualitas di toko fisik jauh lebih baik,” tambahnya.
Baca juga : Empat Musim Bersama, Persik Kediri Resmi Berpisah dengan Agil Munawar
Salah satu pembeli, Lia, yang ditemui saat berbelanja di toko tersebut, mengaku lebih nyaman membeli langsung di toko. Menurutnya, selain bisa mengecek bahan secara langsung, ia juga bisa mencoba ukuran yang pas untuk anaknya.
“Kalau beli online sering salah ukuran, akhirnya ribet. Beli langsung di toko, meskipun sedikit lebih mahal, tapi sebanding dengan kualitasnya,” ungkap Lia.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun belanja online semakin berkembang, toko seragam konvensional masih tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan tahun ajaran baru.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





