KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Komunitas relawan Suket Teki kembali menegaskan komitmennya dalam merawat nilai-nilai sosial dan keberagaman dengan menggelar aksi bersih-bersih tempat ibadah lintas agama, Sabtu (12/7/2025).
Aksi tersebut berlangsung di Dusun Majekan, Kelurahan Pesantren, RW 5, dan menyasar empat rumah ibadah berbeda keyakinan: Mushola Sabilu Krom, Gereja GPM Pesantren, Gereja GKJW Pepathan, dan Gereja GPdI Alfa Omega.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wawan, Koordinator Wilayah Suket Teki Kota Kediri. Menurutnya, inisiatif ini tidak sekadar bentuk kepedulian terhadap lingkungan, melainkan juga sebagai upaya merawat kerukunan antarumat beragama.
“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa menjaga kebersihan tempat ibadah adalah tanggung jawab bersama, tanpa memandang latar belakang agama,” kata Wawan.
Baca juga : SMPN 5 Kota Kediri Gandeng Koramil 0809/02, Para Siswa Digembleng untuk Penguatan Mental
Ia menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini sudah menjadi program rutin tahunan Suket Teki. Selain bersih-bersih, komunitas ini juga aktif dalam berbagai aksi sosial lainnya, seperti membantu penyandang disabilitas, program renovasi rumah tak layak huni, hingga distribusi sembako secara berkala.
Apresiasi datang dari berbagai pihak, salah satunya dari Pendeta Martin Setiawan dari GPdI Alfa Omega. Ia mengaku terkesan dengan semangat relawan yang berjumlah hampir 60 orang saat membersihkan gerejanya.
“Atas nama jemaat, saya mengucapkan terima kasih kepada tim Suket Teki. Ini adalah bentuk kerja sama yang luar biasa,” ujar Pendeta Martin.
Dukungan juga diberikan oleh Babinsa Kelurahan Pesantren, Serka Dwi Endra dari Koramil 0809/02. Ia menilai kegiatan tersebut memberi kontribusi positif bagi terciptanya harmoni sosial.
“Kami mengapresiasi gerakan ini karena bukan hanya menjaga kebersihan lingkungan, tapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan toleransi antarwarga. Semoga kegiatan semacam ini bisa menginspirasi lebih banyak orang,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Suket Teki berharap semangat gotong royong, kepedulian, serta nilai-nilai toleransi terus tumbuh di tengah masyarakat Kota Kediri.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





