Daerah  

200 SD di Tulungagung Krisis Siswa Baru, Disdik Siap Evaluasi

200 SD di Tulungagung Krisis Siswa Baru, Disdik Siap Evaluasi
Salah satu SD Negeri di wilayah perkotaan Tulungagung yakni SDN 2 Kedungwaru yang jumlah siswa barunya sedikit pada pelaksanaan SPMB 2025 (isal/Lingkar)

LINGKARWILIS.COM – Ratusan lembaga sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tulungagung tercatat belum mampu memenuhi kuota siswa baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025.

Meski menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Tulungagung memastikan akan mencari solusi agar angka penerimaan siswa meningkat di tahun berikutnya.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan Tulungagung, Endra Kusriawan, menyatakan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia menyebut, sedikitnya terdapat sekitar 200 lembaga SD yang masih minim peserta didik baru.

“200an sekolah itu jumlah siswa barunya kebanyakan di bawah 10 semua. Kami juga prihatin di SDN 2 Tambakrejo malah justru 0 siswa atau sama sekali tidak mendapat siswa baru,” ujar Endra pada Rabu (16/7/2025).

Polres Malang Gerebek Rumah Sabu di Kepanjen, Ungkap 33 Paket Siap Edar

Berdasarkan laporan yang diterima, ratusan sekolah tersebut gagal memenuhi pagu atau kapasitas maksimal penerimaan siswa pada tahun ini.

Bahkan salah satu sekolah, SDN 2 Tambakrejo di Kecamatan Sumbergempol, dilaporkan tidak memperoleh satu pun siswa baru.

Endra menjelaskan, dua wilayah kecamatan menjadi penyumbang terbanyak lembaga SD yang gagal memenuhi pagu, yakni Kecamatan Kalidawir dan Kecamatan Bandung. Di masing-masing kecamatan tersebut, tercatat sebanyak 24 sekolah menghadapi kondisi serupa.

Menanggapi situasi ini, Dinas Pendidikan berencana mengumpulkan para kepala sekolah dari lembaga-lembaga yang terdampak.

PKL dan Jukir Tolak Gate Parkir, Pemkot Batu Didesak Tinjau Ulang Perwali

Upaya ini dilakukan guna mencari penyebab utama minimnya peminat serta merumuskan strategi agar sekolah-sekolah tersebut mampu menarik lebih banyak siswa ke depannya.

“Coba kami kumpulkan terlebih dahulu, kami dalami penyebabnya apa. Kami juga akan menawarkan agar mereka terus memberikan inovasi dalam pembelajaran maupun program yang menarik untuk menggaet siswa baru,” lanjutnya.

Langkah strategis lain yang akan ditempuh adalah mendorong sekolah-sekolah yang pagunya selalu terpenuhi untuk berbagi praktik baik.

Harapannya, informasi dan strategi dari sekolah tersebut dapat ditiru dan diterapkan oleh lembaga lain yang kesulitan mendapatkan siswa baru.

3 Resep Menu Berkuah Nikmat ala Chef Martin Praja, Cocok untuk Musim Hujan!

Tidak hanya itu, sekolah-sekolah yang berada di lokasi yang berdekatan dengan SD favorit juga menjadi perhatian, seperti halnya SDN 2 Kedungwaru.

Dinas Pendidikan pun siap melakukan penyesuaian sistem zonasi apabila ada petunjuk pelaksanaan dan teknis dari pemerintah pusat.

“Kalau dari pusat ada instruksi agar sistem domisili ini disesuaikan lagi dengan kondisi di daerah masing-masing, tentu kami siap melakukan perombakan sistem agar sesuai untuk diterapkan terutama terhadap sekolah yang kondisinya dihimpit banyak sekolah favorit,” jelas Endra.

Ia menambahkan bahwa persepsi masyarakat terhadap sekolah favorit juga menjadi tantangan tersendiri. Meski pemerintah telah menetapkan standar layanan mutu pendidikan yang sama di seluruh SD negeri, kecenderungan orang tua dalam memilih sekolah unggulan tetap tinggi.

“Setiap lembaga SD itu sudah menerapkan standar layanan mutu pendidikan yang sama. Namun memang stigma sekolah favorit itu masih melekat di kalangan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Shadinta Aulia Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D