Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Jumlah penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ponorogo mengalami penurunan signifikan. Selisih data antara siswa baru dan yang lulus di tahun ajaran baru menyebabkan berkurangnya 385 penerima dari program tersebut.
Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Inf. Dwi Soerjono, mengungkapkan bahwa kini penerima manfaat MBG hanya 2.604 siswa dari sebelumnya 2.989. Sementara jumlah penerima dari kalangan ibu menyusui dan balita masih tetap sebanyak 302 orang.
“Penurunan ini terjadi karena kami menyesuaikan dengan jumlah siswa aktif di sekolah-sekolah penerima MBG,” ujar Letkol Dwi Soerjono, Rabu (23/7/2025).
Baca juga : Khaira, Juara Lomba 3M Kota Kediri Masuk 10 Besar Tingkat Jatim
Ia menjelaskan, pengurangan penerima ini semata-mata disebabkan oleh ketidakseimbangan jumlah peserta didik yang lulus dan yang masuk di tahun ajaran baru. Namun demikian, jumlah satuan pendidikan yang menjadi sasaran program tidak mengalami perubahan, tetap sebanyak 16 lembaga, mulai dari tingkat TK hingga SMP.
“Yang berubah hanya jumlah porsinya, tapi jumlah sekolah penerima MBG tetap sama, tidak ada pengurangan,” jelasnya.
Pihak Kodim juga memastikan bahwa mekanisme penyaluran makanan bergizi di tiap sekolah tetap berjalan seperti biasa. Takaran dan kualitas makanan tetap sesuai standar gizi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), tanpa pengurangan.
“Standar porsinya tetap mengikuti SOP dari dapur dan kepala gizi. Tidak ada perubahan dari sisi nutrisi,” tegas Dwi.
Baca juga Sambut Hari Bhakti Adhyaksa, Kejari Kediri Gelar Pasar Murah untuk Warga Kota Kediri
Di sisi lain, pihaknya mengakui tengah melakukan evaluasi terhadap menu makanan yang disajikan. Pasalnya, tidak sedikit siswa yang tidak menghabiskan makanan ketika menu utamanya berupa tahu, tempe, atau ayam.
“Ada masukan soal variasi menu. Sekarang dapur SPPG mulai menyajikan olahan ikan agar lebih menarik dan bervariasi,” pungkas Dandim.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin






