Blitar, LINGKARWILIS.COM – Sektor pariwisata terus menunjukkan kontribusi positif bagi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Blitar. Hingga Agustus 2025, pendapatan dari sektor ini telah mencapai Rp 2,2 miliar—angka yang setara dengan target tahunan dan berpotensi terus meningkat hingga akhir tahun.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Ed Wasono, menyampaikan bahwa capaian ini sangat menggembirakan. “Masih ada empat bulan tersisa. Kami optimistis target akan terlampaui,” ujar Ed, Selasa (5/8/2025).
Ed menjelaskan bahwa tidak adanya potensi PAD dari sumber daya alam membuat sektor pariwisata menjadi andalan. Pendapatan terbesar berasal dari retribusi umum, sewa kios dan tanah di kawasan Makam Bung Karno, serta area Pusat Informasi Perdagangan dan Pariwisata (PIPP). Di kedua lokasi itu, terdapat ratusan kios yang aktif digunakan untuk menjual oleh-oleh, kuliner, dan produk khas Blitar.
Baca juga : Lima Korban Tewas, DPRD Kabupaten Kediri Desak Penindakan Keras terhadap Peredaran Miras
“Kontribusi lainnya datang dari retribusi parkir, khususnya di area PIPP yang menjadi titik parkir bus pariwisata,” tambahnya.
Ia meyakini tren positif ini akan terus berlanjut, apalagi setelah pandemi mereda dan ekonomi mulai pulih. Pemerintah Kota Blitar juga dinilai berhasil melakukan sejumlah terobosan untuk menarik minat wisatawan.
Beberapa inovasi yang telah diluncurkan antara lain layanan mobil wisata gratis bagi pengunjung, serta pengembangan aplikasi digital yang memuat informasi lengkap seputar destinasi unggulan di Kota Blitar.
Baca juga : Dua Pemandu Lagu Tewas Usai Tenggak Miras, Polres Kediri Kota Ingatkan Bahaya Konsumsi Oplosan
“Upaya-upaya ini menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan semakin mudah mengakses informasi dan menikmati fasilitas yang kami sediakan,” pungkas Ed Wasono.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





