Blitar, LINGKARWILIS.COM – PT Rejoso Manis Indo (RMI), bagian dari Mitr Phol Group, resmi memulai musim giling tebu tahun 2026 melalui kegiatan Opening Ceremony Crushing Season 2026 yang dikemas dengan tradisi Manten Tebu, Sabtu (30/5/2026).
Tradisi tersebut menjadi simbol dimulainya operasional giling tebu tahun ini sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan produksi gula nasional. Acara dihadiri jajaran manajemen perusahaan, petani mitra, pemangku kepentingan, serta perwakilan pemerintah.
Vice President Director PT RMI–Mitr Phol Group, Syukur Iwantoro, mengatakan pada musim giling 2026 perusahaan menargetkan pengolahan tebu sebanyak 1,55 juta ton dengan tingkat rendemen mencapai 8 persen.
Untuk mendukung target tersebut, perusahaan telah menyiapkan kapasitas giling sebesar 10.000 TCD (ton cane per day) dan menargetkan produksi 128 ribu ton gula kristal putih.
Baca juga : Kinerja APBN Kediri Raya Tumbuh Positif, Penerimaan Negara Tembus Rp2,67 Triliun hingga April 2026
“Target tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas industri gula nasional, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian program swasembada gula nasional,” ujar Syukur.
Dalam rangkaian acara tersebut juga digelar Deklarasi Masyarakat Petani Tebu Kabupaten Blitar yang diwakili oleh 10 petani mitra perusahaan. Deklarasi itu menegaskan komitmen petani dalam mendukung program swasembada gula nasional melalui peningkatan produksi dan penguatan kemitraan dengan industri gula.
Para petani menilai Kabupaten Blitar memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan produksi gula nasional. Hal itu ditunjukkan dengan bertambahnya luas areal tanam, meningkatnya produktivitas, serta bertambahnya jumlah petani tebu di wilayah tersebut.
Mereka juga menyampaikan bahwa keberadaan PT Rejoso Manis Indo–Mitr Phol Group, khususnya di Kecamatan Binangun, telah memberikan dampak positif melalui pola kemitraan yang dinilai transparan dan berkelanjutan, mulai dari kepastian pembelian hasil panen, kejelasan harga, hingga sistem pembayaran yang akuntabel.
Baca juga : Permintaan Meningkat Saat Idul Adha, Harga Cabai Rawit di Kediri Tembus Rp70 Ribu per Kilogram
Selain itu, petani menyampaikan sejumlah harapan kepada pemerintah guna memperkuat ekosistem industri gula nasional. Beberapa di antaranya adalah percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan serta jembatan dari sentra produksi menuju pabrik gula, khususnya jalur Brongkos–Jalan Lintas Selatan (JLS).
Petani juga berharap adanya kebijakan harga tebu yang lebih berpihak kepada kesejahteraan petani, peningkatan akses pembiayaan alat dan mesin pertanian (alsintan), kemudahan memperoleh pupuk subsidi maupun non-subsidi dengan harga terjangkau, ketersediaan bibit tebu unggul, serta penguatan program pendampingan dan pembinaan guna meningkatkan produktivitas.
Melalui pelaksanaan Opening Ceremony Crushing Season 2026 ini, PT Rejoso Manis Indo–Mitr Phol Group menyatakan optimistis musim giling tahun 2026 dapat berjalan lancar. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi bersama petani dan pemerintah dalam mewujudkan kemandirian serta swasembada gula nasional.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor: Hadiyin





