Kediri, LINGKARWILIS.COM – Penanganan hukum terkait kerusuhan yang terjadi di Kota Kediri pada Sabtu (30/8/2025) terus bergulir.
Jumlah orang yang diamankan polisi kini bertambah menjadi 20 orang, mereka diduga terlibat dalam pengrusakan, pembakaran hingga penjarahan fasilitas milik Polres Kediri Kota.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, menyampaikan perkembangan tersebut usai rapat di Ruang Joyoboyo, Pemkot Kediri, Minggu (31/8/2025) sore. “Ada 20 orang yang diamankan,” jelasnya saat disinggung terkait lanjutan penanganan kasus.
Meski jumlahnya bertambah, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka. Kapolres menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap aktor di balik kerusuhan. “Nanti akan saya rilis lebih lanjut,” tuturnya.
Lilin dan Bunga untuk Affan Kurniawan, Solidaritas Damai Warga Malang
Sebelumnya, pada Minggu pagi (31/8/2025) Kapolres mengungkapkan ada 14 orang yang telah diamankan.
“Hingga saat ini yang kami amankan ada 14 orang, tapi belum rilis karena masih kita dalami siapa siapa aktor intelektual dibalik ini,” ungkapnya saat patroli gabungan harkamtibmas bersama Dandim 0809 Kediri.
Kapolres juga memastikan tindakan tegas akan diberikan kepada para pelaku. Bahkan, salah satu dari orang yang diamankan diketahui mencoba menjarah sepeda motor milik anggota. “Mereka melakukan macam-macam, tapi masih kita dalami,” tutupnya.
Kerusuhan pada Sabtu sore itu sempat membuat situasi mencekam di depan Mako Polres Kediri Kota. Massa melempari petugas dengan batu dan botol air mineral, membakar sepeda motor, serta merusak mobil dinas polisi. Tidak berhenti di situ, massa juga melanjutkan aksi hingga ke Gedung DPRD Kota Kediri yang akhirnya hangus terbakar.
Selain itu, sejumlah bangunan dan fasilitas turut menjadi korban kerusuhan, mulai dari Mako Polres Kediri Kota, Mako Satlantas Polres Kediri Kota, Mako Polsek Kediri Kota, beberapa pos polisi, hingga Kantor DPRD Kota Kediri.





