Kediri, LINGKARWILIS.COM – Untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 13 titik selama bulan September.
Program ini digelar setiap Selasa, Rabu, dan Kamis mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Namun, sebagian besar komoditas biasanya sudah ludes sebelum pukul 11.00 karena harga yang lebih murah dibandingkan pasar.
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh Tutik Purwaningsih, melalui Kabid Ketersediaan, Distribusi, dan Kerawanan Pangan, Arbai, merinci jadwal GPM. Tiga titik pertama dilaksanakan Selasa (2/9) di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan; Rabu (3/9) di Desa Wonosari, Kecamatan Grogol; dan Kamis (4/9) di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan.
Baca juga : Situasi Kediri Berangsur Kondusif, Polisi Kembali Atur Kelancaran Lalu Lintas
Selanjutnya, Selasa (9/9) di Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten; Rabu (10/9) di Desa Kepung; Kamis (11/9) di Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu; Selasa (16/9) di Desa Sumberjo, Kecamatan Ngasem; dan Rabu (17/9) di Kantor Kecamatan Pagu.
“Untuk Kamis (18/9) GPM digelar di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kayen Kidul. Kemudian Selasa (23/9) di Desa Sebet, Kecamatan Plemahan; Rabu (24/9) di Desa Pehkulon, Kecamatan Papar; Kamis (25/9) di Desa Klampitan, Kecamatan Purwoasri; serta Selasa (30/9) di Desa Dungus, Kecamatan Kunjang,” jelas Arbai, Senin (08/09)
Setiap titik GPM disediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, antara lain beras 2 ton dengan harga Rp57.000 per sak isi 5 kilogram, gula pasir 2 kuintal seharga Rp15.000 per kilogram, telur 1 kuintal Rp24.000 per kilogram, minyak goreng merek Minyak Kita 200–400 liter dengan harga Rp16.000 per liter, serta bawang merah Rp10.000 per pak.
Baca juga : Pohon di Jalan Mayor Bismo Ditebang, Terdampak Proyek Tol Bandara Dhoho Kediri
Arbai menambahkan, GPM akan terus digelar hingga akhir Desember 2025 atau menjelang Natal dan Tahun Baru, dengan total 42 titik lokasi. “Di setiap pelaksanaan, seluruh kebutuhan pokok selalu habis terjual,” ujarnya.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






