LINGKARWILIS.COM – Nama Purbaya Yudhi Sadewa tiba-tiba menjadi buah bibir publik setelah resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada 8 September 2025 lalu.
Pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan ini sekaligus mengakhiri masa jabatan panjang Sri Mulyani yang sebelumnya dikenal luas dengan kebijakan fiskalnya yang konservatif dan disiplin.
Namun, alih-alih mulus, langkah awal Purbaya di kursi strategis ini justru diwarnai berbagai kontroversi. Bahkan, kurang dari 24 jam setelah dilantik, sederet pernyataan dan dinamika pribadi keluarganya langsung menyita perhatian publik.
Kehidupan Pribadi Purbaya
Di balik sosok ekonom dan pejabat negara, kehidupan pribadi Purbaya Yudhi Sadewa juga menjadi sorotan media dan masyarakat.
Purbaya diketahui telah menikah dengan Ida Yulidina, seorang figur publik yang pernah memenangkan ajang Wajah Femina tahun 1989, salah satu kompetisi modeling bergengsi pada masanya. Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai dua orang putra, yakni Yuda Purboyo Sunu dan Yudo Achilles Sadewa.
Putra bungsunya, Yudo Achilles Sadewa, dikenal publik sebagai seorang trader sekaligus konten kreator yang cukup aktif di media sosial. Keluarga kecil inilah yang kini ikut disorot setelah Purbaya menduduki posisi strategis dalam kabinet pemerintahan.
Kontroversi Awal: “17+8 Tuntutan Rakyat”
Kontroversi pertama muncul dari pernyataan Purbaya pada hari pelantikannya terkait gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat” yang tengah disuarakan sejumlah kelompok masyarakat.
Dengan nada yang dianggap meremehkan, Purbaya menyebut tuntutan tersebut hanya “suara sebagian kecil rakyat” yang mungkin merasa hidupnya terganggu atau belum puas.
Ia bahkan menambahkan bahwa jika pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6–7 persen, maka rakyat akan lebih sibuk bekerja dan menikmati hidup ketimbang turun ke jalan untuk berdemonstrasi.
Apa Itu Purbaya Effect? Istilah yang Muncul Usai Purbaya Yudhi Sadewa Menjadi Menteri Keuangan
Pernyataan pria kelahiran 7 Juli 1964 ini sontak menuai kritik luas. Banyak pihak menilai komentarnya menunjukkan sikap yang meremehkan aspirasi publik serta terlalu percaya diri (overconfidence) pada pendekatan ekonomi yang ia usung.
Tak lama kemudian, dalam konferensi pers serah terima jabatan, Purbaya mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf. Ia menyebut dirinya sebagai seorang “menteri kagetan” dengan gaya bicara “koboi” yang masih perlu menyesuaikan diri dengan peran barunya.
Purbaya juga berjanji akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di masa depan. Ia menegaskan, ucapannya sebelumnya berangkat dari konsep ekonomi yang diyakininya: bahwa pertumbuhan cepat tidak serta-merta menimbulkan inflasi karena kapasitas ekonomi Indonesia masih memiliki ruang berkembang.
Sorotan pada Putra Purbaya
Selain pernyataan dirinya, kontroversi juga datang dari keluarga dekatnya. Sebuah tangkapan layar unggahan akun media sosial yang diduga milik putranya, Yudo Achilles Sadewa (@yvdos4dewa), viral di publik.
Dalam unggahan tersebut tertulis kalimat yang dianggap menyindir Menteri Keuangan terdahulu, Sri Mulyani:
“Alhamdulillah, ayahku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar menjadi menteri.”
Unggahan itu memicu perdebatan dan reaksi keras dari warganet. Tak lama setelah viral, akun Instagram Yudo tidak lagi bisa ditemukan. Namun jejak digital yang sudah terlanjur beredar menambah sorotan terhadap keluarga Purbaya.
Reaksi Publik dan Pasar
Respon atas pernyataan Purbaya serta dinamika keluarganya beragam.
Dari sisi pelaku pasar, analis memperkirakan akan muncul sikap “wait and see”. Para investor cenderung menunggu langkah kebijakan nyata yang diambil Menteri Keuangan baru ini.
Ketidakpastian akibat pergantian pejabat dan pernyataan kontroversial diyakini bisa berimbas pada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek.
Tabrakan Beruntun di Timur Jembatan Brawijaya, Kota Kediri, Libatkan Bus dan Dua Truk Boks
Awal Jabatan yang Penuh Ujian
Sejak resmi menjabat menggantikan Sri Mulyani, Purbaya Yudhi Sadewa langsung menghadapi sorotan besar. Baik dari segi kebijakan, pernyataan publik, hingga kehidupan pribadi, semua kini menjadi konsumsi publik dan media.
Meski menuai kritik, tidak sedikit pula pihak yang menilai langkah awal ini wajar. Seorang menteri baru tentu menghadapi proses adaptasi yang tidak mudah, terlebih di posisi strategis seperti Menteri Keuangan yang berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi nasional.
Yang kini menjadi pertanyaan adalah sejauh mana Purbaya mampu mengubah kontroversi awal ini menjadi kesempatan untuk membuktikan kapasitasnya. Apakah ia bisa menunjukkan bahwa terobosan kebijakan fiskal yang lebih berani benar-benar mampu membawa manfaat bagi rakyat, atau justru akan terus menuai resistensi dari pasar dan publik?
Reporter: Rafika Pungky Wilujeng
Editor: Ahmad Bayu Giandika





