KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Memperingati World Cleanup Day Indonesia (WCDI) 2025 menuju target Indonesia Bersih 2029, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar aksi bersih-bersih sungai pada Sabtu (20/9) pagi.
Fokus kegiatan dipusatkan di Sungai Bendokrosok, Desa Maron, Kecamatan Banyakan, serta Sungai Bendomongal di Desa Jatirejo, Kecamatan Banyakan.
Ratusan peserta dari berbagai unsur terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari ASN Pemkab Kediri, para kepala SKPD, TNI, Polri, karang taruna, ormas, pelajar, mahasiswa, komunitas pecinta lingkungan hingga masyarakat sekitar. Selain di dua titik utama, gerakan bersih sungai juga dilakukan serentak di tingkat kecamatan dan desa se-Kabupaten Kediri.
Baca juga : Meriah, Tosaren Rayakan HUT RI ke-80 dan Hari Jadi Kota Kediri ke-1146 dengan Campursari dan Gebyar Hadiah
Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menegaskan tujuan utama kegiatan ini adalah mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Kalau sungai dipenuhi sampah, dampaknya bisa menimbulkan banjir. Sampah yang terkumpul hari ini langsung diangkut menggunakan truk untuk dibawa ke TPA Sekoto, Pare. Jalur sungai harus terbebas dari sampah,” ujarnya.
Putut menambahkan, kampanye bebas sampah di Kabupaten Kediri harus berjalan konsisten dan berkesinambungan. Menurutnya, sampah tidak hanya mengganggu keindahan, tetapi juga memicu penyakit serta merusak lingkungan.
“Kami juga mengusulkan kepada PUPR dan BBWS agar dilakukan normalisasi Sungai Bendomongal dan Bendokrosok,” imbuhnya.
Baca juga : Kalah 1-0 dari Bhayangkara FC, Pelatih Persik Kediri Soroti Kinerja Wasit
Gerakan bersih-bersih sungai ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Kabupaten Kediri bebas sampah sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






