KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Memasuki puncak musim hujan yang disertai potensi angin kencang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri melakukan pemetaan wilayah rawan pohon tumbang sebagai langkah antisipasi keselamatan pengguna jalan.
Pemetaan difokuskan pada jalur-jalur kabupaten yang memiliki kepadatan pohon berdiameter besar dan tumbuh rapat. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian utama antara lain jalur Bogo–Pagu–Plemahan, Kunjang–Bogo, Papar–Purwoasri, serta ruas Kediri–Blitar di wilayah Kandat dan Ringinrejo. Selain itu, jalur Kediri–Tulungagung melalui Ngadiluwih–Kras dan Kecamatan Mojo juga tercatat memiliki banyak pohon besar yang memerlukan pengawasan khusus.
Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti melalui Kepala Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, Weni Artanti, menyampaikan bahwa puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026, dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang.
“Kondisi ini menjadi perhatian serius kami karena keberadaan pohon-pohon besar di sepanjang jalur padat kendaraan berisiko membahayakan pengguna jalan,” ujar Weni.
Baca juga : Disperdagin Kota Kediri Petakan Sarana Distribusi Perdagangan di Pasar Campurejo, Ini Infonya
Ia menjelaskan, jalur dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi menjadi prioritas dalam kegiatan pemeliharaan, khususnya perantingan dahan dan ranting pohon. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengurangi tekanan angin pada tajuk pohon dan meminimalkan risiko tumbang.
“Selain karena kepadatan pohon besar, ruas-ruas ini merupakan jalur utama kendaraan. Oleh karena itu, kami melakukan pengawasan intensif dan perantingan secara berkala. Ini menjadi langkah paling memungkinkan untuk menekan risiko,” jelasnya.
Weni menambahkan, petugas DLH tidak hanya melakukan pemangkasan secara teknis, tetapi juga memperhatikan karakteristik jenis pohon, seperti trembesi, yang memiliki tajuk lebat dan jarak tanam berdekatan.
Baca juga : Polres Kediri Kota Petakan Titik Rawan Kecelakaan dan Kemacetan Lalu Lintas
“Penanganan harus tepat. Tidak sekadar memangkas, tetapi memahami karakter pohonnya. Saat ini kami berupaya maksimal mengurangi potensi pohon tumbang maupun patahnya dahan demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






