Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri mengingatkan para petani agar waspada terhadap perubahan cuaca dan meningkatnya curah hujan di wilayah setempat. Langkah ini dilakukan setelah pihak Dispertabun berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur guna memastikan petani dapat menyesuaikan pola tanam sesuai kondisi iklim terkini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Sukadi, menjelaskan bahwa pihaknya juga telah menerima Surat Edaran (SE) dari Gubernur Jawa Timur terkait peningkatan curah hujan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Kediri.
“Kami juga melakukan kunjungan ke BMKG Karangploso, Malang, dan mendapat informasi bahwa hingga pekan ketiga Oktober 2025 curah hujan masih cukup tinggi. Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama karena di Kediri masih banyak lahan tembakau aktif,” ujar Sukadi.
Baca juga : Gus Ab Ajak Warga Kediri Meriahkan HSN 2025 Lewat Senam Fatayat dan Touring Religi
Ia menegaskan, tanaman tembakau sangat rentan terhadap air hujan. Jika lahan terlalu basah, kualitas daun dapat menurun drastis dan mengganggu hasil panen.
“Melalui SE tersebut, kami akan menyampaikan imbauan ke seluruh petani agar memahami perubahan cuaca dan menyesuaikan pola tanam, terutama bagi komoditas tembakau yang sensitif terhadap air,” jelasnya.
Sukadi juga mengingatkan petani yang tanamannya telah memasuki masa panen agar segera memanen daun tembakau sebelum hujan deras turun. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kualitas hasil dan mencegah kerugian akibat kerusakan tanaman.
“Kami berharap panen tembakau di musim hujan tetap berkualitas baik, sehingga harga jual tinggi dan pendapatan petani bisa meningkat,” pungkasnya.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






