MADIUN, LINGKARWILIS.COM β Stasiun Caruban terus memperkuat perannya sebagai salah satu simpul transportasi penting di Kabupaten Madiun. Di bawah pengelolaan PT KAI Daop 7 Madiun, stasiun ini menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan menuju berbagai kota besar di Pulau Jawa.
Data PT KAI Daop 7 Madiun menunjukkan, selama periode Januari hingga Mei 2026, Stasiun Caruban melayani sebanyak 29.831 penumpang berangkat dan 26.355 penumpang datang. Tingginya angka mobilitas tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa Stasiun Caruban memiliki posisi strategis sebagai salah satu gerbang utama keluar masuk wilayah Kabupaten Madiun.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, PT KAI terus melakukan pengembangan fasilitas, salah satunya dengan menghadirkan Luxury Lounge guna memberikan kenyamanan lebih bagi para pelanggan.
Baca juga :Β Sidang perdana perkara dugaan korupsi CSR Kota Madiun, Mantan Wali Kota Maidi Didampingi 6 Penasehat Hukum
Selain itu, Stasiun Caruban juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang tunggu yang nyaman, musala, toilet yang bersih, area parkir yang memadai, layanan pembelian tiket secara daring maupun melalui loket, akses ramah penyandang disabilitas, serta konektivitas dengan moda transportasi lanjutan.
“Dengan pertumbuhan jumlah pengguna yang terus meningkat, Stasiun Caruban akan terus kami kembangkan menjadi stasiun yang modern, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Tohari, Sabtu (13/6/2026).
Tak hanya melayani masyarakat Kabupaten Madiun, keberadaan Stasiun Caruban juga menjadi pusat mobilitas bagi warga dari berbagai daerah sekitar, seperti Kabupaten Ngawi, Nganjuk, Magetan, hingga wilayah Madiun Raya lainnya.
Baca juga :Β Diduga Korsleting Listrik, Kantor PTSP dan Ruang Kepala MTsN 1 Kediri Terbakar
Dengan peningkatan fasilitas dan layanan yang terus dilakukan, Stasiun Caruban diharapkan mampu menjadi salah satu pusat konektivitas transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi di kawasan Madiun Raya.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





