Kediri, LINGKARWILIS.COM – Pembangunan tahap III Museum Sri Aji Joyoboyo Kabupaten Kediri terus dikebut. Proyek yang meliputi pembangunan amphitheater, fasad, serta akses masuk museum tersebut dimulai sejak Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada November mendatang.
Proyek pembangunan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp4,6 miliar. Pemkab Kediri menjadikan pembangunan fasilitas ini sebagai salah satu proyek strategis untuk mendukung pemajuan dan pelestarian kebudayaan serta kesenian daerah menuju Kediri yang semakin berbudaya.
Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri Ir. Irwan Chandra melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Tegar Yustisiawan menjelaskan, pengerjaan tahap III difokuskan pada tiga bagian utama, yakni amphitheater, fasad, dan akses keluar masuk museum.
Menurut Tegar, pengerjaan ditargetkan selesai pada November 2026 sehingga seluruh fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal mulai 2027.
Baca juga : Kapolres Kediri Silaturahmi ke DPRD, Perkuat Sinergi Antar-Forkopimda
“Progres pembangunan tahap III ini terfokus pada amphitheater, fasad, dan akses masuk museum. Untuk akses keluar masuk ada di kiri dan kanan sehingga memudahkan arus pengunjung keluar masuk museum,” jelasnya.
Pada pembangunan amphitheater, fasilitas pendukung pertunjukan juga menjadi perhatian. Area tersebut dirancang dengan tata panggung, tata suara, tata cahaya, serta tata artistik yang diharapkan mampu menunjang berbagai kegiatan kesenian.
Tegar mengatakan, jalur khusus untuk sound system, tata suara, dan tata cahaya juga disiapkan agar instalasi lebih tertata serta mudah dalam pengoperasian maupun pengaturannya.
Selain itu, panggung amphitheater akan dilengkapi elemen Candi Bentar sebagai tambahan nilai artistik. Kehadiran elemen tersebut diharapkan semakin memperkuat karakter panggung sekaligus memberikan ruang pertunjukan yang representatif bagi para seniman.
“Di panggung juga dibuat ada Candi Bentar untuk tambahan nilai artistik panggung pementasan. Sehingga seniman yang tampil bisa maksimal di panggung pertunjukan di amphitheater,” ujarnya.
Baca juga : Ancam Mantan Istri dengan Sabit, Pria di Ngadiluwih Kediri Diringkus Polisi
Sementara itu, pembangunan fasad ditujukan untuk memperkuat tampilan Museum Sri Aji Joyoboyo agar terlihat lebih menarik, artistik, dan ikonik.
Fasad tersebut diharapkan dapat memperkuat keberadaan museum sebagai salah satu ruang kebudayaan sekaligus menjadi bagian dari pengembangan kawasan wisata dan seni di Kabupaten Kediri.
Setelah seluruh pembangunan rampung, pengelolaan sarana dan prasarana museum akan diserahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri.
“Setelah dibangun, kami akan serahkan ke Disparbud untuk tata pengelolaan sarpras di museum, termasuk pengemasan seni pertunjukan di amphitheater,” kata Tegar.
Ia menambahkan, amphitheater tersebut nantinya memiliki kapasitas lebih dari 1.000 penonton. Dengan kapasitas tersebut, fasilitas ini diharapkan dapat menjadi ruang pertunjukan yang mampu menampung berbagai kegiatan seni dan budaya di Kabupaten Kediri.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin



