Kediri, LINGKARWILIS.COM – Bupati Kediri menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri agar mewajibkan pelajar mulai tingkat SD, SMP, SMA hingga mahasiswa untuk berkunjung ke Museum Sri Aji Joyoboyo yang berlokasi di Jalan Pamenang, Kecamatan Pagu. Kebijakan tersebut disampaikan saat pelaksanaan soft opening museum, Kamis (25/12) siang.
Langkah ini bertujuan agar generasi muda memahami dan mengenal akar sejarah serta budaya Kabupaten Kediri sebagai bagian dari identitas daerah. Bupati menegaskan, pelajar harus mengetahui perjalanan panjang peradaban Kediri yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Kabupaten Kediri saat ini telah berusia 1.221 tahun dan tercatat sebagai kabupaten tertua di Jawa Timur, serta menempati urutan ketiga kerajaan tertua di Indonesia. Karena itu, pemahaman terhadap sejarah lokal dinilai penting untuk ditanamkan sejak dini.
“Ini masih tahap soft opening. Saat grand opening nanti, koleksi sejarahnya akan jauh lebih lengkap, mulai dari masa ke masa perjalanan Kabupaten Kediri. Penyusunan narasi sejarah akan dilengkapi oleh Disparbud dengan melibatkan DK3, budayawan, sejarawan, serta seniman dari Kediri dan Jawa Timur,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menyampaikan bahwa pada tahap awal museum baru menampilkan sekitar 60 koleksi dari ratusan artefak peninggalan sejarah dan budaya Kediri.
Ke depan, museum ini akan menampilkan lebih banyak koleksi terkait sejarah kesenian Kabupaten Kediri. Selain itu, telah disiapkan Amphi Theatre di area belakang museum yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai panggung pertunjukan seni berskala lokal hingga nasional.
Baca juga : Wali Kota Kediri Tinjau Ibadah Natal, Perkuat Pesan Toleransi dan Kerukunan
“Amphi Theatre ini akan digunakan secara berkala untuk pagelaran seni sekaligus menjadi ruang lahirnya talenta-talenta baru yang potensial. Untuk sarana prasarana, ke depan juga akan disiapkan area parkir yang lebih luas, serta penyelesaian pembangunan tembok pagar di seluruh kawasan museum,” ungkap Mustika.***
Reporter: Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





