PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Aparat Polsek Jenangan mengamankan 10 anak yang masih berstatus pelajar setelah kedapatan membuat balon udara tanpa awak lengkap dengan ratusan selongsong petasan. Aktivitas tersebut terungkap setelah polisi menerima laporan warga yang resah dengan kegiatan pembuatan balon udara berpetasan di wilayah Kecamatan Jenangan.
Kapolsek Jenangan, AKP Amrih Widodo, mengatakan laporan masyarakat menyebut adanya aktivitas pembuatan balon udara disertai petasan di dua lokasi berbeda, yakni Desa Jimbe dan Desa Ngrupit.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Saat tiba di tempat kejadian, sejumlah anak diketahui tengah membuat selongsong petasan sekaligus mempersiapkan balon udara yang diduga akan diterbangkan.
“Dalam sepekan terakhir kami menemukan ratusan selongsong petasan serta beberapa balon udara. Ada 10 anak yang masih berstatus pelajar turut kami amankan untuk dilakukan pembinaan,” ungkap AKP Amrih, Senin (9/3/2026).
Baca juga : Persib Bandung Menang Telak 3-0 dari Persik Kediri, Dua Gol Lewat Tendangan Penalti
Dari lokasi kejadian, polisi menyita sedikitnya 342 selongsong petasan dengan berbagai ukuran serta tiga balon udara. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah bahan yang digunakan untuk meracik petasan.
Di antaranya 300 gram booster kelengkeng, 250 gram serbuk pigmen silver, 150 gram serbuk sumbu, serta dua bendel sumbu. Beberapa peralatan rumah tangga seperti baskom, piring, sendok, dan saringan plastik juga turut diamankan karena digunakan dalam proses pembuatan bubuk petasan.
“Ironisnya, selongsong petasan ini dibuat dari kertas buku pelajaran. Ada 22 buku yang kita amankan,” terang Amrih.
Selain itu, satu balon udara berukuran sekitar empat meter ditemukan dalam kondisi hampir siap diterbangkan. Menurut Amrih, para pelajar tersebut mengaku belajar membuat selongsong petasan dan meracik bubuknya secara otodidak setelah melihat tutorial di media sosial maupun kanal YouTube.
“Mereka belajar dari media sosial dan YouTube, kemudian mencoba membuat sendiri,” jelasnya.
Para pelajar tersebut kemudian dibawa ke Polsek Jenangan untuk diberikan pembinaan serta edukasi terkait bahaya petasan dan balon udara tanpa awak.
“Kita lakukan pembinaan termasuk pemanggilan orang tua,” pungkas Kapolsek.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





