Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengatakan, secara keseluruhan terdapat 4.920 siswa di Jawa Timur yang akan diberangkatkan ke luar negeri. Rinciannya, sebanyak 3.186 siswa mengikuti program magang kerja dan 1.734 lulusan SMK kembali bekerja sebagai PMI.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 898 pelajar asal Kabupaten Tulungagung turut mengikuti program tersebut. Seluruh peserta berasal dari SMK negeri maupun swasta di wilayah Tulungagung.

Baca juga : Sertijab Kepala MAN 2 Kota Kediri, Muh Nizar Tekankan Pentingnya Membangun “Super Team”
“Ini hanya pelajar SMK saja yang berangkat ke luar negeri untuk mengikuti magang kerja dan sebagian lainnya yang sebelumnya pernah magang kerja lalu kembali lagi sebagai PMI,” ujar Aries Agung Paewai, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, para peserta akan ditempatkan di delapan negara tujuan, yakni Jepang, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, Dubai, Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan. Dari seluruh negara tujuan tersebut, Jepang menjadi negara dengan jumlah penempatan terbanyak.
Adapun sektor pekerjaan yang akan ditempati meliputi bidang perhotelan, industri, teknologi, farmasi, hingga tenaga kerja berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurut Aries, masa kerja peserta program magang luar negeri tersebut berlangsung antara tiga hingga lima tahun, tergantung kesepakatan dengan perusahaan penerima kerja.
“Nantinya setelah masa kerja selesai dan mereka dinilai mampu beradaptasi serta masih dibutuhkan perusahaan, tentu bisa kembali bekerja sebagai PMI,” katanya.
Baca juga : Harga Solar Naik, Dinas PUPR Kabupaten Kediri Terapkan Skala Prioritas untuk Normalisasi Sungai
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, semula pemberangkatan dijadwalkan berlangsung pada 19 Mei 2026. Namun sesuai instruksi Kemendikdasmen, pemberangkatan dilakukan serentak secara nasional pada 20 Mei 2026 mendatang.
Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta diwajibkan mengikuti pelatihan bahasa dan peningkatan kompetensi di Training Center yang berada di Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya.
Pelatihan tersebut bertujuan membekali peserta dengan kemampuan kerja, disiplin, serta keterampilan sesuai standar kebutuhan perusahaan di luar negeri.
“User tentunya memiliki standar dan kriteria tertentu dalam menerima pekerja. Karena itu para peserta dilatih terlebih dahulu agar siap saat ditempatkan,” ujar Khofifah.***
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





