Sempat Terhenti, Bulog Tulungagung Optimistis Penyaluran Banpang 2026 Tuntas Sebelum Tenggat Waktu

Sempat Terhenti, Bulog Tulungagung Optimistis Penyaluran Banpang 2026 Tuntas Sebelum Tenggat Waktu
Pemimpin Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan saat memberikan keterangan terkait penyaluran Banpang di Tulungagung (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Perum Bulog Cabang Tulungagung memastikan penyaluran bantuan pangan (Banpang) 2026 berupa beras dan minyak goreng akan segera kembali dilanjutkan setelah sempat terhenti selama masa panen raya.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan mengatakan, penghentian sementara penyaluran Banpang dilakukan untuk menjaga stabilitas harga gabah petani di tengah proses penyerapan hasil panen oleh Bulog.

bayar PBB Kota Kediri

Selain itu, distribusi bantuan juga sempat terkendala ketersediaan karung plastik untuk proses pengemasan ulang beras ukuran 10 kilogram yang masih menunggu pengadaan dari pemerintah pusat.

“Segera mulai ya, karena karplasnya juga sudah ada hilalnya. Insyaallah penyaluran segera kami lanjutkan,” kata Yonas, Selasa (12/5/2026).

Baca juga : Sebanyak 120 Traktor Roda Empat Bantuan Pemerintah Segera Disalurkan untuk Petani Kabupaten Kediri

Hingga saat ini, progres penyaluran Banpang di Tulungagung baru mencapai sekitar 30 persen dari total target 149.572 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Artinya, sebanyak 44.872 penerima telah menerima bantuan untuk periode Februari–Maret 2026.

Dengan demikian, masih terdapat sekitar 104.700 penerima atau sekitar 70 persen yang belum menerima bantuan beras dan minyak goreng.

Meski begitu, Bulog optimistis seluruh penyaluran dapat diselesaikan sebelum tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah pusat pada 31 Mei 2026.

“Penyaluran Banpang tinggal sekitar 70 persen lagi dan bulan ini akan kami maksimalkan agar selesai sebelum deadline,” ungkapnya.

Baca juga : Pengawasan ASN WFH di Kabupaten Kediri Diperketat, Inspektorat Pastikan Disiplin Tetap Terjaga

Yonas menegaskan, meski Bulog saat ini masih fokus melakukan penyerapan gabah petani, proses distribusi bantuan pangan tetap akan berjalan paralel.

Ia memastikan penyaluran Banpang tidak akan mempengaruhi harga gabah maupun harga minyak goreng MinyaKita di pasaran yang saat ini masih relatif stabil.

Dalam program Banpang tersebut, setiap penerima bantuan akan memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng setiap bulan. Untuk penyaluran periode Februari dan Maret 2026, masing-masing penerima akan mendapatkan total 20 kilogram beras medium dan 4 liter minyak goreng MinyaKita.

“Nanti SPHP beras jalan, SPHP jagung jalan, Banpang jalan, penyerapan gabah juga tetap jalan. Semua tetap berjalan tanpa mempengaruhi harga di pasaran,” pungkasnya.***

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto