Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Handheld di Kabupaten Tulungagung mulai menjaring puluhan pelanggar lalu lintas selama sepekan terakhir. Mayoritas pelanggar diketahui berasal dari kalangan pelajar dengan jenis pelanggaran dominan berupa tidak menggunakan helm.
Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional (Kaur Bin OPS) Satlantas Polres Tulungagung, Ahmad Zainudin, mengatakan sejak diberlakukan satu pekan lalu, ETLE Handheld telah menjaring sebanyak 56 pelanggar lalu lintas.
Menurutnya, seluruh pelanggar langsung dikenakan sanksi tilang elektronik. Petugas juga memberikan bukti pelanggaran yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran denda melalui barcode yang tercantum.
“Selama sepekan penerapan ETLE Handheld, ada 56 pelanggar yang terjaring. Bukti pelanggaran langsung diberikan kepada pelanggar dan pembayaran dapat dilakukan melalui barcode,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Baca juga : Harga Solar Naik, Dinas PUPR Kabupaten Kediri Terapkan Skala Prioritas untuk Normalisasi Sungai
Dari total pelanggar tersebut, sekitar 75 persen di antaranya merupakan pelajar. Jenis pelanggaran yang paling banyak ditemukan meliputi tidak memakai helm, menerobos lampu lalu lintas, serta melanggar rambu lalu lintas.
Zainudin menjelaskan, pelanggaran yang dilakukan kalangan pelajar mayoritas berupa tidak menggunakan helm dan menerobos traffic light.
Sementara itu, pelanggaran rambu lalu lintas banyak ditemukan pada kendaraan roda empat, khususnya di kawasan Jalan Ahmad Yani Timur menuju simpang BTA.
“Pelanggaran paling banyak masih didominasi pengguna kendaraan roda dua, terutama saat akhir pekan,” katanya.
Meski demikian, penindakan menggunakan ETLE Handheld saat ini masih dilakukan secara bertahap dan bersifat edukatif. Satlantas Polres Tulungagung belum menerapkan penindakan secara masif kepada seluruh pelanggar.
Baca juga : Pengawasan ASN WFH di Kabupaten Kediri Diperketat, Inspektorat Pastikan Disiplin Tetap Terjaga
Menurut Zainudin, tilang elektronik lebih diprioritaskan bagi pelanggaran yang dinilai berat dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.
Selain meningkatkan disiplin berlalu lintas, penerapan ETLE Handheld juga diharapkan dapat meminimalkan penindakan tilang manual.
“Seiring waktu kami berharap masyarakat semakin terbiasa dan lebih disiplin mematuhi aturan lalu lintas. Penindakan elektronik ini juga untuk meminimalisir potensi penyimpangan,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin






