Batu, LINGKARWILIS.COM – Uji coba operasional destinasi wisata baru di Kota Batu, Jawa Timur, Mikutopia pada Jumat (20/3/2026) menuai perhatian berbagai pihak. Sejumlah aspek, mulai dari kapasitas parkir hingga akses keluar-masuk lokasi, dinilai belum memenuhi standar yang semestinya.
Lonjakan pengunjung yang dipicu viralnya lokasi tersebut di media sosial menyebabkan kepadatan arus lalu lintas di sekitar kawasan wisata. Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polres Batu bersama Dinas Perhubungan langsung turun tangan melakukan pengaturan di lapangan.
Wali Kota Batu, Nurochman, mengakui bahwa permasalahan utama terletak pada akses keluar-masuk yang masih belum ideal. Saat ini, jalur masuk dan keluar masih menggunakan satu pintu, sehingga memicu penumpukan kendaraan.
“Ini menjadi perhatian kami. Akses masuk dan keluar masih menggunakan satu jalur, sehingga akan kami masukkan sebagai rekomendasi dalam analisis dampak lalu lintas (Amdal lalin),” ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Baca juga : Didominasi Kendaraan Luar Daerah, Arus Kediri–Blitar Padat Merayap
Diketahui, uji coba terakhir destinasi wisata tersebut dilakukan pada 20 Maret 2026. Namun, hingga kini belum dipastikan apakah operasional akan dilanjutkan pada momen Lebaran atau menunggu hasil evaluasi lebih lanjut.
Selain akses, persoalan parkir juga menjadi sorotan. Terbatasnya kapasitas lahan parkir di dalam area wisata membuat sejumlah kendaraan roda empat terpaksa parkir di bahu jalan, yang berdampak pada perlambatan arus lalu lintas.
Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto melalui Kasat Lantas AKP Kevin Ibrahim membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut kepadatan sempat terjadi akibat hambatan di jalur keluar-masuk serta keterbatasan area parkir.
“Tadi sempat terjadi kepadatan yang membutuhkan penanganan ekstra. Arus tersendat di jalur keluar-masuk, namun situasi sudah dapat diatasi pada siang hari,” jelasnya.
Baca juga : Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Sudirman Kediri Diperketat, Polisi Antisipasi Lonjakan Belanja Lebaran
Ia menegaskan, kejadian ini menjadi catatan penting bagi pengelola untuk memperbaiki sistem pengelolaan kunjungan sebelum destinasi tersebut resmi dibuka untuk umum.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Susetya Herawan, menyampaikan bahwa kepadatan dipicu oleh keterbatasan lahan parkir serta akses yang belum memadai. Meski demikian, pihak desa sempat menyediakan lahan parkir darurat untuk mengurai kepadatan.
“Kami meminta pengelola memenuhi seluruh persyaratan Amdal lalin sebelum beroperasi penuh. Saat ini statusnya masih uji coba, sehingga akan kami lakukan evaluasi lanjutan,” tegasnya.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin





