Jombang, LINGKARWILIS.COM — Perubahan cuaca yang berlangsung cepat—dari panas menyengat menjadi hujan deras—menjadi tantangan serius bagi para peternak ayam broiler di Kecamatan Mojowarno, Jombang. Kondisi ekstrem ini kerap memicu stres pada ayam, menurunkan konsumsi pakan, hingga berisiko menyebabkan kegagalan panen apabila kontrol suhu kandang tidak dilakukan secara ketat.
Samsul Ma’arif, peternak asal Desa Grobogan, menyebut fluktuasi cuaca membuat pengaturan suhu di kandang harus lebih disiplin dari biasanya.
“Sekarang cuaca benar-benar tidak bisa diprediksi. Siang bisa sangat panas sampai kandang seperti oven. Sore tiba-tiba hujan lebat, suhu langsung turun. Kalau tidak sigap, ayam bisa stres, makannya berkurang, dan paling bahaya adalah kematian mendadak,” ungkapnya, Sabtu (15/11/2025).
Di kandang miliknya, terdapat sekitar 4.400 ekor ayam broiler berusia 18 hari dengan bobot rata-rata satu kilogram. “Biasanya sekali panen bisa mencapai 10 ton. Kami bermitra dengan perusahaan dalam budidaya broiler ini,” ujarnya.
Baca juga : Dishub Kota Kediri Usul, Angkutan Bandara Masuk Kota Kediri
Untuk menjaga performa ayam di tengah cuaca ekstrem, Samsul dan peternak lain di Mojowarno menerapkan sejumlah langkah teknis. Mulai dari optimalisasi ventilasi, memastikan blower dan cooling pad bekerja maksimal saat siang hari, hingga membuka sisi kandang bagi tipe open house ketika suhu terlalu panas.
Tirai kandang diatur menyesuaikan kondisi: dibuka saat panas agar udara mengalir lancar, dan diturunkan pada malam hari, ketika hujan, atau saat angin bertiup kencang. Pada kondisi panas berlebih, peternak juga melakukan fogging untuk menurunkan suhu melalui proses penguapan.
Kepadatan ayam disesuaikan dengan umur ternak agar tidak memicu peningkatan suhu mikro dalam kandang. Selain itu, jam pemberian pakan digeser ke waktu yang lebih sejuk.
“Kami memberi pakan di pagi buta dan saat sore ketika suhu lebih nyaman. Dengan begitu nafsu makan ayam tetap terjaga,” tambah Samsul.
Baca juga : PDIP Dorong Penguatan Pemahaman Dokumen Kependudukan Lewat Sosialisasi Produk Hukum di Kota Kediri
Setiap perubahan suhu dipantau menggunakan termometer yang dipasang di beberapa titik. Pemeriksaan dilakukan secara berkala agar penanganan cepat dapat dilakukan bila terjadi perubahan suhu mendadak.
Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Moh. Saleh, mengingatkan pentingnya kecermatan peternak dalam menjaga kondisi kandang.
“Peternak broiler di Jombang, terutama di sentra seperti Mojowarno, harus mampu membaca cuaca dengan baik. Sistem ventilasi yang memadai dan manajemen kandang yang presisi menjadi kunci untuk mencegah gagal panen di musim cuaca tak menentu,” tegasnya.***
Reporter : Agung Wahyudi
Editor : Hadiyin





