Blitar, LINGKARWILIS.COM – Program Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang (Polinema) untuk pendanaan tahun 2025 mulai dijalankan di Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Melalui skema Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan, tim dosen Polinema menggandeng Koperasi Republik Melon dan UMKM KWT Wani Maju sebagai mitra utama, serta melibatkan pemerintah Kecamatan Wates untuk mendukung penguatan produk unggulan daerah sesuai RPJMD Kabupaten Blitar.
Fokus program meliputi penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam modernisasi budidaya melon, penguatan kelembagaan koperasi, hingga pengembangan produk turunan bernilai tambah seperti keripik melon dan minuman berbulir.
Dengan pemasangan sistem IoT Smart Farming, petani dapat memantau suhu, kelembapan, pH tanah, dan kebutuhan nutrisi tanaman secara real-time. Teknologi ini terbukti meningkatkan efisiensi penggunaan air dan pupuk serta mendongkrak potensi hasil panen.
Ketua tim pelaksana, Prof. Dr. Dra. Nilawati Fiernaningsih, M.AB, menyampaikan bahwa program riset dan pendampingan tersebut dirancang untuk membawa petani melon Blitar memasuki era pertanian berbasis teknologi.
Baca juga : Kapolres Blitar Beri Penghargaan Poskamling Berprestasi sebagai Apresiasi Kepedulian Warga Jaga Kamtibmas
“Kami tidak sekadar menghadirkan perangkat, tetapi juga membangun sistem manajemen usaha dan pemasaran digital yang dapat dijalankan secara berkelanjutan oleh mitra,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).
Selain teknologi budidaya, tim pengabdian menyediakan pelatihan manajemen bisnis, digital marketing, hingga penyusunan SOP produksi bagi UMKM KWT Wani Maju. Salah satu capaian signifikan ialah penguatan pemasaran digital melalui pengelolaan konten Instagram dan Facebook menggunakan Meta Business Suite. Melalui platform tersebut, UMKM dilatih menyusun kalender konten, mengelola katalog produk, membaca performa unggahan, serta menjangkau pelanggan secara lebih efektif melalui fitur penjadwalan dan analitik.
Produk olahan melon asal Wates kini aktif dipromosikan di media sosial, membuat jangkauan pasarnya semakin luas. UMKM KWT Wani Maju juga tengah menyiapkan proses sertifikasi halal dan izin edar guna memperkuat akses pemasaran.
Baca juga : Berhasil Tekan Stunting, Kota Blitar Terima Insentif Rp 6,4 Miliar dari Pemerintah Pusat
Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kemendikting Sains dan Teknologi. Inisiatif ini diharapkan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, UMKM, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Dilaksanakan selama 2025–2027, program mencakup instalasi IoT di greenhouse, pembangunan dashboard digital berbasis data, diversifikasi produk olahan melon, pendampingan pemasaran digital, hingga perluasan jaringan distribusi ke ritel modern.
Polinema menegaskan komitmennya menciptakan model agribisnis melon modern yang efisien, adaptif teknologi, dan berdaya saing nasional. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis riset dan teknologi serta memperkuat posisi Blitar sebagai sentra hortikultura modern di Indonesia.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





