Blitar, LINGKARWILIS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mendapat kabar menggembirakan di tengah isu penyesuaian anggaran. Kota Blitar dipastikan menerima dana insentif dari pemerintah pusat senilai sekitar Rp6,4 miliar sebagai apresiasi atas keberhasilan menurunkan angka stunting secara signifikan.
Kabar tersebut disampaikan setelah Kota Blitar mencatat penurunan stunting hingga 11,4 persen, jauh di bawah target nasional yang dipatok sebesar 19,8 persen. Capaian ini membuat Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan khusus kepada Pemkot Blitar pada Rakornas Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Blitar, Tri Iman Prasetyo, menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari soliditas antar perangkat daerah dalam menjalankan program pencegahan stunting.
Baca juga : Operasi Zebra Semeru Resmi Dimulai, Polres Blitar Bidik Tujuh Pelanggaran Utama
“Kota Blitar dinilai melampaui target nasional. Penurunan mencapai 11,4 persen dan ini berkat koordinasi yang baik di lingkungan perangkat daerah. Semua bergerak satu visi untuk menekan kasus kekurangan gizi pada anak,” jelasnya.
Tri Iman menuturkan bahwa sejumlah program strategis telah dijalankan untuk mencapai hasil tersebut. Mulai dari upaya pencegahan pernikahan dini, pemberian vitamin bagi ibu hamil, pengukuran kesehatan ibu dan balita, hingga kampanye edukatif dan inovatif terkait pencegahan stunting.
“Adanya insentif ini tentu semakin memotivasi kami untuk terus menurunkan angka stunting di Kota Blitar,” ujarnya.
Baca juga : Pembangunan Tol Kediri–Kertosono Ditargetkan Mulai Triwulan Pertama 2026
Ia menambahkan bahwa Kota Blitar bukan satu-satunya daerah yang menerima dana insentif. Pemerintah pusat memberikan penghargaan serupa kepada 50 kabupaten/kota yang dinilai berhasil menjalankan Program Strategis Nasional (PSN) dalam penanggulangan stunting.
“Harapannya, target zero stunting dapat benar-benar terwujud,” pungkasnya.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





