KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota Kediri, mencatatkan langkah progresif dalam penguatan ekonomi berbasis masyarakat. Baru 20 hari setelah diluncurkan, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Ngadirejo langsung menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Balai Kelurahan Ngadirejo, Sabtu (3/1/2026).
Dengan didukung delapan pengurus inti dan 236 anggota aktif, koperasi ini menjadi koperasi Merah Putih pertama di tingkat nasional yang mampu melaksanakan RAT secara mandiri. Seluruh pendanaan operasional bersumber dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota, tanpa ketergantungan bantuan eksternal.
Langkah cepat tersebut sekaligus mengukuhkan Kelurahan Ngadirejo sebagai pilot project pengembangan Koperasi Merah Putih bagi 46 kelurahan di Kota Kediri.
Kepala Dinas Koperasi Kota Kediri, Eko Lukmono, menegaskan sejak awal Ngadirejo telah dipersiapkan sebagai contoh koperasi kelurahan yang aktif dan produktif.
“Saya membutuhkan satu koperasi yang benar-benar berjalan untuk ditunjukkan kepada wali kota. Ngadirejo menjawab itu. Bergerak cepat, legalitas lengkap, kepengurusan solid, dan unit usaha langsung operasional,” ujar Eko.
Baca juga : DPRD Kabupaten Kediri Dorong UMKM Lebih Kompetitif pada 2026, Manfaatkan Event dan Bandara Dhoho
Ia menjelaskan, koperasi tersebut tidak hanya berhenti pada aspek administratif, tetapi telah mengembangkan sejumlah unit usaha strategis, mulai sektor sembako, UMKM, konveksi, layanan digital, jasa pelayanan, hingga pengelolaan warung Karang Taruna. Model pengelolaan ini direncanakan akan diterapkan di puluhan kelurahan lain sebagai penggerak ekonomi baru Kota Kediri.
Apresiasi juga disampaikan Camat Kota Kediri, Agus Suhariyanto. Menurutnya, Ngadirejo telah memberikan contoh konkret bagaimana koperasi kelurahan dapat dijalankan secara profesional dan mandiri.
“Ngadirejo menunjukkan bahwa koperasi bisa bergerak cepat dan tertata. Ini menjadi standar yang ingin kami dorong di seluruh kelurahan Kota Kediri,” ungkapnya.
Baca juga : Awal 2026, Sejumlah Destinasi Wisata Kediri Dipadati Pengunjung, Hutan Pinus Semen Jadi Favorit
Ia menambahkan, pihak kecamatan siap memberikan dukungan penuh, termasuk mendorong kemitraan antara aktivitas pemerintahan dengan koperasi.
“Ke depan, kebutuhan kegiatan di tingkat kecamatan maupun kelurahan, mulai dari konsumsi rapat, jasa publikasi, hingga layanan pengadaan, akan diarahkan untuk bermitra dengan koperasi agar perputaran ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Lurah Ngadirejo, Heru Sugiarto, menyebut keberhasilan pelaksanaan RAT sebagai hasil kepercayaan dan semangat gotong royong warga.
“RAT ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi catatan sejarah. Ini merupakan RAT pertama Koperasi Merah Putih yang sepenuhnya lahir dari swadaya masyarakat kelurahan, dibiayai murni dari simpanan pokok dan simpanan wajib 236 anggota,” tegas Heru.
Sementara itu, Ketua KKMP Ngadirejo, Abu Nurarifin, melaporkan koperasi telah mengantongi Surat Keputusan Badan Hukum sejak April 2025 dan mulai menjalankan aktivitas usaha, meskipun masih dalam proses penyelesaian sejumlah perizinan teknis.
Pelaksanaan RAT yang digelar hanya dalam waktu tiga pekan setelah peluncuran menjadi bukti bahwa koperasi tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan langsung bekerja dan memberikan manfaat nyata.
“Ngadirejo bukan hanya koperasi, tetapi menjadi laboratorium ekonomi kelurahan. Inilah wajah baru koperasi rakyat di Kota Kediri,” pungkas Eko Lukmono.***
Reporter : Agus Sulistyo
Editor : Hadiyin






