NGANJUK, LINGKARWILIS.COM —Musibah kebakaran menimpa Sulis (53), warga Desa Lestari, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Rumah miliknya dilalap si jago merah saat ditinggal mengikuti ronda malam pada Selasa (6/1/2025). Api baru berhasil dipadamkan pada Rabu (7/1/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 23.42 WIB oleh Darmawan, tetangga korban. Saat hendak mematikan lampu ruang tamu, saksi melihat kepulan asap pekat disertai kobaran api dari arah rumah Sulis.
Menyadari kondisi berbahaya tersebut, Darmawan segera keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang saat itu berada di pos kamling langsung berhamburan menuju lokasi untuk memberikan bantuan awal.
“Api sudah terlihat cukup besar ketika diketahui. Warga langsung berteriak minta tolong dan berupaya membantu sebisanya,” ujar Andik Mardianto, perwakilan Regu Pos Bantu Lengkong Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkarmat) Nganjuk.
Baca juga : Persik Kediri Tahan Persib, Marcos Torres Apresiasi Peran Muhammad Firli
Mendapat laporan warga, Damkarmat Nganjuk segera mengerahkan personel dari Pos Bantu Lengkong. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 23.52 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman serta pelokalan api agar tidak merembet ke permukiman sekitar.
Andik menjelaskan, rumah warga di sekitar lokasi kebakaran berada cukup berdekatan. Fokus utama petugas adalah mencegah api menjalar ke rumah Darmawan di sisi utara serta rumah Deni di sisi selatan yang jaraknya hanya sekitar dua meter dari rumah korban.
“Alhamdulillah, bangunan di sisi utara dan selatan berhasil kami selamatkan. Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik,” jelasnya.
Baca juga : Tekun Karena Hobi, Babinsa Tinalan Kediri Sukses Kembangkan Ternak Kenari Merah
Setelah hampir dua jam proses pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 01.35 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp30 juta.***
Reporter: Inna Dewi Fatimah
Editor : Hadiyin






