Batu, LINGKARWILIS.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu atau influenza A (H3N2) subclade K di wilayahnya. Meski ancaman virus tersebut mulai menjadi perhatian nasional, kondisi Kota Batu masih dinyatakan aman.
Varian baru influenza A ini disebut memiliki tingkat penularan lebih tinggi dan potensi gejala yang lebih berat, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta penderita penyakit penyerta.
Sekretaris Dinkes Kota Batu, Yuni Astuti, menyampaikan bahwa sampai sekarang belum ada laporan kasus super flu yang masuk ke jajarannya. Namun demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas.
“Hingga saat ini belum ada laporan kasus super flu di Kota Batu. Meski begitu, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kota Batu terus mengimbau masyarakat agar konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta protokol kesehatan. Menurut Yuni, upaya pencegahan super flu pada prinsipnya sama dengan pencegahan penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya.
Baca juga : Awali 2026 dengan Penguatan Tata Kelola, Wali Kota Kediri Lantik 39 Pejabat di Ruang Joyoboyo
Kebiasaan sederhana seperti rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, memakai masker saat berada di tempat keramaian, serta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar dinilai efektif menekan risiko penularan.
“Jika sedang mengalami gejala sakit, sebaiknya menggunakan masker agar tidak menularkan ke orang lain. Selain itu, menjaga daya tahan tubuh dengan asupan gizi seimbang, vitamin bila diperlukan, dan istirahat cukup juga sangat penting,” jelasnya.
Selain imbauan kepada masyarakat, Dinkes Kota Batu juga melakukan pemantauan intensif melalui koordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini apabila muncul kasus flu berat yang mengarah pada influenza A subclade K.
Masyarakat pun diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala flu yang tidak biasa, seperti demam tinggi berkepanjangan, sesak napas, atau kondisi tubuh yang semakin melemah.
Baca juga : Luncurkan Program ZMart Baznas, Wali Kota Kediri Salurkan Modal Usaha Rp480 Juta
Yuni menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada langkah pencegahan khusus yang secara spesifik ditujukan untuk super flu. Virus tersebut dapat menyerang siapa saja, terutama individu dengan daya tahan tubuh yang rendah.
“Seperti penyakit virus lainnya, kelompok dengan imunitas tubuh yang lemah memiliki risiko lebih tinggi,” tambahnya.
Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga akhir Desember 2025 terdapat 62 kasus influenza A subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat tercatat sebagai daerah dengan jumlah kasus terbanyak. Mayoritas pasien merupakan perempuan dan berasal dari kelompok usia anak.
Meski Kota Batu masih nihil kasus, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa panik. Penerapan PHBS dan kepedulian terhadap kesehatan pribadi diharapkan menjadi benteng utama dalam mencegah penyebaran penyakit.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin






