KEDIRI, LINGKARWILIS.COM — Persik Kediri harus menelan kekalahan pahit pada laga penutup paruh musim Super League 2025/2026 saat bertandang ke markas Arema FC. Bertanding di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (11/1/2026) sore, Macan Putih tumbang dengan skor tipis 1-2 dari tuan rumah.
Persik sempat berada di atas angin setelah Mochammad Supriadi mencetak gol pembuka pada menit ke-80. Keunggulan tersebut nyaris bertahan hingga akhir pertandingan sebelum situasi berbalik dramatis di masa tambahan waktu.
Petaka datang pada menit 90+5 ketika upaya Mochammad Supriadi justru berujung gol bunuh diri yang membuat kedudukan kembali imbang. Tiga menit berselang, Arema FC memastikan kemenangan melalui gol Puleio Araya pada menit 90+8.
Tambahan tiga poin ini mengangkat Arema FC ke posisi ke-10 klasemen sementara Super League dengan koleksi 21 poin. Sementara Persik Kediri harus turun ke peringkat ke-12 dengan raihan 19 poin.
Baca juga : Musim Penghujan, DKPP Kabupaten Kediri Imbau Peternak Perketat Kebersihan Kandang
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, menilai anak asuhnya sejatinya tampil lebih baik sepanjang pertandingan. Ia mengakui kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi timnya.
“Permainan Persik sebenarnya lebih baik dan kami punya peluang untuk menang. Namun apa yang terjadi di menit-menit akhir harus menjadi pelajaran dan bahan perbaikan ke depan,” ujar pelatih asal Spanyol itu.
Marcos juga menyoroti lemahnya konsentrasi tim di pengujung laga yang berujung kebobolan. Meski secara taktik Persik telah mencoba meredam permainan Arema, perubahan situasi di menit akhir membuat hasil akhir tak berpihak.
Baca juga : CFD Kota Kediri Kian Ramai, Parkir Penuh Sejak Pagi Jadi Indikator Geliat Ekonomi Warga
“Secara strategi kami sudah mengantisipasi permainan Arema, tetapi ada kondisi yang berubah di fase akhir pertandingan,” tutupnya.***
Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor : Hadiyin






