JOMBANG, LINGKARWILIS.COM —Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Kabupaten Jombang dimanfaatkan sebagai momentum refleksi untuk memperkuat kualitas ibadah sekaligus membangun moral sosial masyarakat. Hal tersebut tergambar dalam kegiatan pengajian umum yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jombang di Masjid Agung Baitul Mukminin, Kamis (15/1) malam.
Bupati Jombang Warsubi tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut dan diwakili Wakil Bupati Jombang, Salmanudin. Acara ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para alim ulama, tokoh agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan dan perempuan, perwakilan TNI–Polri, ASN Pemkab Jombang, serta jamaah Masjid Agung.
Dalam sambutan yang dibacakannya, Wakil Bupati Jombang menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj tidak semata-mata dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan peristiwa penting yang mengandung pesan mendasar tentang kewajiban salat lima waktu sebagai identitas umat Islam.
Baca juga : Produksi Ikan Hias Kabupaten Kediri 2025 Tembus Rp960,4 Miliar
“Melalui momentum ini, mari kita perbaiki dan tingkatkan kualitas salat, sehingga salat benar-benar kita rasakan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban yang dijalankan,” ujar Salmanudin.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi’raj seharusnya tercermin dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pelaksanaan ibadah maupun dalam perilaku sosial di tengah masyarakat.
“Semoga setelah pengajian ini, keimanan dan ketakwaan kita semakin kuat, tutur kata lebih terjaga, adab dan akhlak semakin baik, serta perilaku kita benar-benar mencerminkan nilai-nilai Islam. Salat pun hendaknya semakin berkualitas dan tepat waktu, karena itulah pesan utama Isra Mi’raj,” ungkapnya.
Salmanudin juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai titik tolak perbaikan diri, meskipun di tengah padatnya aktivitas dan tantangan kehidupan modern.
Baca juga : Pedagang Daging Sapi Kediri Keluhkan Omzet Merosot hingga 50 Persen, Salah Satunya Karena Pogram MBG
“Di tengah kesibukan yang luar biasa, semoga kita tetap diberi kemampuan untuk beribadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menjaga hubungan baik dengan sesama,” tambahnya.
Menutup sambutan, Wakil Bupati Jombang mengajak para ulama, tokoh masyarakat, serta jajaran birokrasi untuk terus bersinergi membangun Kabupaten Jombang dengan niat tulus dan kerja yang jujur, demi terwujudnya Jombang yang maju dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat.
Rangkaian acara ditutup dengan tausiyah yang disampaikan KH Abdul Qoyyum Manshur atau Gus Qoyyum, ulama asal Rembang, Jawa Tengah. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar ritual tahunan, melainkan media pembelajaran spiritual bagi umat Islam.
Gus Qoyyum menyampaikan bahwa jika beribadah dengan kesabaran terasa berat, maka jalan lain yang dapat ditempuh adalah beribadah dengan penuh rasa syukur. Menurutnya, ibadah tidak hanya bersifat rutinitas, tetapi juga sarana pembentukan karakter, mulai dari kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, hingga akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan pentingnya menikmati ibadah salat, khususnya salat berjamaah di masjid, dengan penuh kekhusyukan sebagai salah satu hikmah besar dari peristiwa Isra Mi’raj.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





