TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM – Sebuah mesin diesel pengairan milik Kelompok Tani Setia Tani, Kelurahan Karangwaru, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, dilaporkan hilang dan diduga kuat menjadi sasaran pencurian. Akibat kejadian tersebut, kelompok tani mengalami kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh pihak kepolisian.
Sekretaris Kelompok Tani Setia Tani, Wijianto, mengungkapkan bahwa kehilangan mesin diesel tersebut sebenarnya diketahui beberapa hari lalu. Namun laporan resmi baru disampaikan ke kepolisian pada Selasa (20/1/2026), setelah pihak kelompok memastikan tidak ada anggota yang menggunakan mesin tersebut.
“Kami baru melaporkan secara resmi setelah memastikan mesin itu tidak dipakai oleh anggota. Sekitar empat hari sebelumnya, kami mendapat informasi dari petani yang sedang menggarap sawah,” ujar Wijianto, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, informasi awal diperoleh dari seorang petani yang tengah mencabut benih padi di sawah. Saat beristirahat, petani tersebut sempat melihat ke arah bangunan penyimpanan mesin dan mendapati mesin diesel sudah tidak berada di tempat.
Baca juga : Dampak Kasus Diare 123 Pelajar di Tulungagung, SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan Hentikan Layanan Sementara
Mesin diesel tersebut sebelumnya disimpan di sebuah bangunan permanen berdinding tembok dengan pintu besi yang dikunci menggunakan gembok. Lokasi penyimpanan berada di area persawahan yang relatif jauh dari permukiman warga, tepatnya di sekitar aliran sungai sebelah barat Dam Boyolangu.
Kondisi lokasi yang sepi diduga dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya. Mesin diesel merek Kubota itu selama ini digunakan sebagai penggerak pompa air untuk kebutuhan irigasi lahan pertanian.
Setelah menerima laporan, petugas dari Polsek Tulungagung Kota langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Petugas sudah melakukan olah TKP. Yang hilang hanya mesin diesel, sementara mesin pompa air masih berada di dalam gudang,” jelas Wijianto.
Dalam proses pemeriksaan di lokasi, petugas tidak menemukan kerusakan pada bangunan maupun pintu gudang. Gembok pintu juga masih terpasang, meski menurut Wijianto, bentuknya berbeda dari gembok yang biasa digunakan kelompok tani.
Baca juga : Pemkab Tulungagung Perluas Penerapan E-Retribusi Pasar, Targetkan 2.000 Pedagang pada 2026
“Kondisi pintu tidak rusak, tapi gemboknya berbeda. Diduga gembok diganti pelaku agar tidak menimbulkan kecurigaan,” ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, Kelompok Tani Setia Tani mengalami kerugian yang diperkirakan berkisar antara Rp23 juta hingga Rp25 juta. Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri kemungkinan barang bukti lainnya.
“Mesin itu sangat penting bagi kami, terutama saat musim kemarau. Kami berharap pelakunya segera tertangkap,” pungkas Wijianto.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





