Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Sebuah minimarket berjejaring di Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, menjadi sasaran pembobolan pada Minggu (1/2/2026) dini hari. Pelaku diduga mengincar rokok berbagai merek, mengakibatkan pemilik toko mengalami kerugian jutaan rupiah. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.22 WIB. Salah satu pegawai minimarket, Bima Saktiawan, pertama kali mengetahui adanya indikasi pencurian setelah alarm toko berbunyi dan mendapat informasi melalui grup WhatsApp.
Menindaklanjuti hal tersebut, saksi segera mendatangi Polsek Karangrejo untuk melaporkan kejadian awal, sebelum kembali ke lokasi bersama pegawai lain guna mengecek kondisi toko.
“Pegawai minimarket mengetahui adanya dugaan pencurian dari notifikasi alarm yang beredar di grup WhatsApp, lalu melaporkannya ke Polsek Karangrejo,” ujar Iptu Nanang, Senin (2/2/2026).
Baca juga : Fokus Kurangi Pelanggaran dan Fatalitas, Polres Kediri Kota Laksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2026
Saat tiba di lokasi, bagian luar toko tampak normal, dengan gembok pintu masih dalam keadaan terkunci. Namun setelah pintu dibuka, pegawai mendapati plafon dalam kondisi rusak berlubang dan barang dagangan berantakan.
Berdasarkan temuan awal di lapangan, polisi menduga pelaku masuk dengan cara memanjat tembok belakang toko, kemudian merusak atap dan plafon untuk mengakses bagian dalam. Setelah berhasil masuk, pelaku diduga merusak sistem alarm dan kamera CCTV sebelum mengambil barang incaran, lalu keluar melalui jalur yang sama.
“Dugaan sementara, pelaku memanjat tembok belakang, merusak atap dan plafon, lalu menonaktifkan alarm serta CCTV sebelum membawa kabur barang,” jelas Nanang.
Baca juga : BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi di Februari, BPBD Kediri Minta Warga Waspada
Setelah menerima laporan, petugas Polsek Karangrejo langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah tempat kejadian dan penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil pendataan awal, toko kehilangan berbagai merek rokok, serta mengalami kerusakan bangunan dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp3.454.500.
Berdasarkan keterangan pegawai, aksi pembobolan serupa pernah terjadi sekitar dua tahun lalu. Namun saat itu, pelaku tidak sempat mengambil barang karena alarm toko sudah berbunyi lebih dulu.
“Saat ini, petugas masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin






