PAD Pariwisata Tulungagung 2025 Meleset, Terbukanya JLS Tulungagung–Trenggalek Dinilai Berpengaruh

PAD Pariwisata Tulungagung 2025 Meleset, Terbukanya JLS Tulungagung–Trenggalek Dinilai Berpengaruh
Aktivitas wisatawan di Kabupaten Tulungagung yang menghabiskan masa libur mereka di Pantai Gemah yang masih menjadi destinasi wisata unggulan (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Capaian pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata Kabupaten Tulungagung sepanjang 2025 tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung menilai salah satu faktor penyebabnya adalah beroperasinya jalur lintas selatan (JLS) yang menghubungkan Tulungagung dengan Trenggalek, sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan destinasi.

Kepala Disbudpar Kabupaten Tulungagung, Ardian Candra, menyebutkan bahwa target PAD sektor pariwisata pada 2025 sebenarnya sebesar Rp1,4 miliar. Namun hingga akhir tahun, realisasinya baru mencapai sekitar 47 persen atau Rp698 juta.

bayar PBB Kota Kediri

Menurut Ardian, tidak tercapainya target tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah tersambungnya JLS Tulungagung–Trenggalek. Kondisi ini membuat arus wisatawan tidak lagi terpusat pada beberapa destinasi utama di Tulungagung.

Baca juga : DPRD Kabupaten Kediri Jadwalkan RDP Bahas Proyek Pasar Ngadiluwih yang Molor

“Sebelum JLS Tulungagung–Trenggalek tersambung, wisatawan lebih banyak berkunjung ke Pantai Gemah, Pantai Bayem, dan Pantai Midodaren yang berada dalam satu kawasan. Kini, mereka memiliki lebih banyak alternatif tempat wisata,” ujar Ardian, Selasa (3/2/2026).

Ia merinci, kontribusi terbesar PAD pariwisata sebesar Rp698 juta tersebut berasal dari wisata pantai, terutama Pantai Gemah, Pantai Midodaren, Pantai Sine, dan Pantai Lumbung Pacar. Selain faktor JLS dan bertambahnya pilihan destinasi, Disbudpar juga menilai bahwa sejumlah sarana dan prasarana (sarpras) di objek wisata masih perlu ditingkatkan.

Sebagai langkah antisipasi, mulai 2026 Disbudpar Tulungagung berfokus pada peningkatan kualitas destinasi wisata unggulan agar lebih menarik bagi pengunjung. Tidak menutup kemungkinan, pemerintah daerah juga akan menggandeng investor untuk memperbaiki pengelolaan destinasi wisata.

“Kami akan berupaya meningkatkan sarpras guna memperindah objek wisata di Tulungagung, sehingga lebih menarik minat wisatawan,” katanya.

Selain perbaikan sarpras, Disbudpar juga berencana meningkatkan tata kelola wisata, termasuk menambah wahana baru agar destinasi pantai tidak hanya menawarkan pemandangan alam, tetapi juga fasilitas rekreasi bagi anak-anak.

Baca juga : Bawaslu Kota Kediri Rawat Demokrasi Melalui Ju’mat Sehati dan Jumpa Berlian

Sepanjang 2026, Disbudpar juga akan menggelar berbagai event di destinasi wisata, khususnya di kawasan Pantai Selatan, sebagai bagian dari strategi promosi. Upaya ini akan dilakukan dengan menggandeng komunitas dan pelaku pariwisata setempat.

“Berbagai langkah ini kami lakukan untuk meningkatkan capaian PAD. Target 2026 masih tetap Rp1,4 miliar, namun dengan strategi tersebut kami optimistis setidaknya bisa mencapai 60 persen,” tutup Ardian.***

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://soleco-energy.com/ https://zonawin777top.com/ https://dwpcabdinkabmlg.com/bidang-sosial-budaya-eval/ https://lingkarwilis.com/mail/ https://onlymyenglish.com/about-us/ https://www.ramanhospital.in/about.html https://umbi.edu/visit/ https://dkpbuteng.com/ https://rsiaadina.com/ https://inl.co.id/about-us/ situs toto